Sabtu, 18 April 2026

Jantung

Bekerja dalam Waktu Panjang Berisiko Sebabkan Penyakit Stroke dan Jantung, Begini Penjelasan WHO

didapati bahwa kerja dalam waktu lama telah menyebabkan sekitar 745,194 kematian akibat stroke dan sakit jantung...

Bangkapos.com
Ilustrasi serangan jantung 

Bekerja dalam Waktu Panjang Berisiko Sebabkan Penyakit Stroke dan Jantung, Begini Penjelasan WHO

BANGKAPOS.COM -- Bekerja dalam waktu panjang ternyata dapat berpengaruh pada kesehatan.

Selain pada masalah kesehatan fisik, bekerja dalam waktu panjang juga bisa berpengaruh pada kesehatan mental.

Nah baru-baru ini, WHO dan ILO mengungkapkan fakta bahwa jam kerja dengan waktu panjang berpotensi terkena berbagai macam penyakit berat.

Perlu diketahui bahwa yang dimaksud dengan jam kerja panjang di sini adalah 55 jam per minggu atau sekitar 8 jam setiap harinya (tanpa libur).

Orang-orang yang bekerja dalam waktu tersebut, ternyata memiliki 35% risiko terkena serangan stroke dan 17% penyakit jantung lebih tinggi dibanding pekerja lainnya.

Baca juga: Waspada, Ternyata Hipertensi Penyebab Utama Penyakit Jantung hingga Gagal Ginjal, Ini Pencegahannya

Melansir dari Huffington Post, pada tahun 2016, didapati bahwa kerja dalam waktu lama telah menyebabkan sekitar 745,194 kematian akibat stroke dan sakit jantung.

Melihat keadaan saat ini, di mana para pekerja bekerja dalam waktu yang cukup lama, WHO memperingatkan bahwa angka risiko kematian semakin tinggi.

Terlebih dengan adanya Covid-19, banyak pekerja harus bekerja lebih keras untuk menutupi kebutuhan perusahaan akibat banyaknya pemutusan hubungan kerja.

Selain itu, work from home atau WFH juga cukup mempengaruhi kenaikan risiko penyakit yang mungkin menyerang para pekerja lo, Kawan Puan!

Pasalnya, selama WFH ini banyak pekerja yang tidak bisa memberikan batasan jelas antara waktu bekerja dan istirahat yang berunjung pada overworking.

“Bekerja dari jarak jauh (work from home) yang diberlakukan beberapa perusahaan, seringkali membuat pekerjanya kesulitan membagi waktu kerja dan beristirahat.”

Baca juga: Penderita Wajib Tahun, Inilah 8 Cara Mengobati Penyakit Jantung Aritmia

Baca juga: Waspada Jika Bengkak, Ini Gejala Gagal Jantung yang Bisa Dilihat Secara Kasat Mata dari Kaki & Perut

“Selain itu, banyak bisnis yang terpaksa mengurangi atau memecat karyawannya untuk menghemat biaya, sehingga karyawan yang masih bekerja harus kerja ekstra keras dan lebih lama, memenuhi kebutuhan perusahaan,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jederal WHO.

Menurutnya pemerintah serta perusahaan harus melindungi para pekerja agar terhindar dari berbagai penyakit mematikan ini.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved