Selasa, 28 April 2026

Duet Prabowo-Puan di Pilpres 2024, Pengamat Sebut Cinta Lama Bersemi Kembali

Pengamat Politik UIN Jakarta, Adi Prayitno, menilai pernyataan Muzani semakin menegaskan PDIP dan Gerindra akan bekerja sama pada Pilpres 2024

Editor: Evan Saputra
(Humas Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menjadi saksi nikah bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di pernikahan putri Ketua DPRD Jabar Taufik Hidayat di Bandung, Sabtu (8/2/2020). 

Duet Prabowo-Puan di Pilpres 2024, Pengamat Sebut Cinta Lama Bersemi Kembali

BANGKAPOS.COM - Menanggapi pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani, yang menyebut adanya kemungkinan duet Prabowo Subianto-Puan Maharani dalam Pilpres 2024, pengamat buka suara.

Pengamat Politik UIN Jakarta, Adi Prayitno, menilai pernyataan Muzani semakin menegaskan PDIP dan Gerindra akan bekerja sama pada Pilpres 2024 mendatang.

"Makin terang benderang kalau Gerindra dan PDIP bakal menduetkan Prabowo dan Puan di Pilpres 2024," kata Adi kepada Tribunnews.com, Kamis (27/5/2021).

Prabowo, Megawati, dan Puan Maharani saat selfie bersama di Kongres PDIP
Prabowo, Megawati, dan Puan Maharani saat selfie bersama di Kongres PDIP (Instagram @puanmaharaniri)

Ia pun mengibaratkan PDIP dan Gerindra layaknya dua pasangan yang CLBK.

Tak hanya itu, Adi menuturkan kemungkinan PDIP dan Gerindra kerja sama dalam pemilihan presiden mendatang sudah dirancang sejak awal

Terutama setelah Prabowo bergabung dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Tautan cinta kedua partai ini kembali dimulai dari situ."

"Ini ibarat dua sejoli yang CLBK, cinta lama bersemi kembali setelah sebelumnya sempat renggang," ucapnya.

Sementara itu, pendapat lain disampaikan Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta, Ujang Komarudin.

Menurutnya, PDIP tak akan sukarela mendukung Prabowo Subianto menjadi calon presiden pada Pemilu 2024.

Karena, kata Ujang, PDIP punya kalkulasi politik sendiri, terlebih partai berlambang banteng ini merupakan pemenang dalan Pemilu 2019 lalu.

"PDIP akan pikir-pikir. Tak akan mungkin sukarela begitu saja mendukung Prabowo. PDIP pasti punya kalkulasi politik sendiri."

"Dan PDIP masih mendesain rencana politiknya ke depan," kata Ujang saat dihubungi Tribunnews, Kamis.

Namun, Ujang menuturkan hal tersebut bisa saja berubah jika Puan Maharani atau kader PDIP lainnya tak memiliki elektabilitas yang baik.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved