Kamis, 16 April 2026

Suasana Haru Jelang Giant Ditutup Permanen, 3000 Karyawan Terancam PHK

PT Hero Supermarket Tbk berencana akan menutup seluruh gerai Giant di seluruh Indonresia

bangkapos.com/Resha Juhari
Giant Mulai Menerapkan Kantong Plastik Berbayar 

Persaingan dan pola belanja konsumen

Dikutip dari Kompas.com (25/6/2019), sepanjang 2018, PT Hero Supermarket Tbk (HERO) telah menutup 26 gerai.

Kemudian pada 28 Juli 2019 Hero menutup kembali enam gerai dengan brand Giant yakni Giant Express Pondok Timur, Giant Express Cinere Mall, Giant Express Mampang, Giant Extra Jatimakmur, Giant Extra Mitra 10 Cibubur, dan Giant Extra Wisma Asri. 

Direktur HERO Hadrianus Wahyu Trikusumo saat itu membenarkan informasi akan ditutupnya enam gerai Giant pada 28 Juli 2019. 

“Ritel makanan di Indonesia mengalami peningkatan persaingan dalam beberapa tahun terakhir karena perubahan pola belanja konsumen,” katanya kepada Kontan.co.id melalui surat elektronik pada Selasa (25/6/2019). 

Hadrianus mengatakan, pihaknya perlu melakukan adaptasi agar bisa bersaing secara efektif dengan menerapkan program multi-year transformation.

Strateginya, HERO perlu mengubah dan menyegarkan kembali penawaran untuk pelanggannya. 

Sampai 31 Mei 2019, HERO memiliki 125 gerai Giant. Artinya pada 28 Juli 2019 jika tidak ada penambahan gerai lainnya, total gerai Giant bakal berkurang menjadi 119 gerai.

Perubahan gerai Giant

Terbaru, pihak perusahaan berencana mengubah sejumlah gerai Giant dan beralih ke merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket. 

Presiden Direktur HERO Patrik Lindvall menjelaskan, perusahaan akan mengubah hingga lima gerai Giant menjadi IKEA, yang diharapkan dapat menambah aksesibilitas bagi pelanggan.

Kemudian, gerai Giant lainnya akan ditutup pada akhir Juli 2021. 

Hingga kini, negosiasi terkait potensi pengalihan kepemilikan sejumlah gerai Giant kepada pihak ketiga masih berlangsung.

Selain itu, Hero Group juga mempertimbangkan untuk mengubah sejumlah gerai Giant menjadi gerai Hero Supermarket. 

"Seperti bisnis mumpuni lainnya, kami terus beradaptasi terhadap dinamika pasar dan tren pelanggan yang terus berubah, termasuk menurunnya popularitas format Hypermarket dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. Sebuah tren yang juga terlihat di pasar global," ujar Patrik melalui keterangan tertulis, dikutip dari Kompas.com Selasa (25/5/2021).

Sumber: Warta Kota
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved