Asam Lambung
Enam Tanda Seseorang Kemungkinan Menderita Asam Lambung
Beberapa orang mungkin pernah mengalami asam lambung tinggi, yang menimbulkan gejala tak mengenakkan.
Disarankan untuk menemui dokter saat mengalami gejala pencernaan yang terus-menerus atau berulang.
Asam lambung tinggi dapat meningkatkan risiko mengembangkan kondisi kesehatan terkait perut lainnya, seperti tukak lambung, penyakit gastroesophafeal reflux (GERD), hingga pendarahan gastrointestinal.
Pengobatan
Asam lambung tinggi sering kali mendapatkan perawatan dengan obat yang bekerja menurunkan produksi asam lambung.
Melansir medicalnewstoday, penderita dapat diberikan obat PPI (omeprazole, rabeprazole, dan esomeprazole), H2 blocker atau penyekat H2 (simetidin dan famotidin), perawatan antasida, atau obat alginat (gaviscon).
Penghambat H2 dan PPI menurunkan produksi asam dan mengurangi potensi kerusakan yang disebabkan refluks asam atau asam lambung.
Pada umumnya, obat-obatan tersebut aman dan efektif, tetapi tidak sesuai untuk semua orang dan dapat menyebabkan efek samping.
Antasida
Sementara itu, antasida juga tidak bekerja untuk semua orang dan kebutuhan untuk penggunaan rutin harus berdasarkan dosis dari dokter.
Antasida memberikan bantuan yang cepat, dengan mengurangi keasaman isi lambung.
Obat ini mengandung senyawa kimia seperti kalsium karbonat, natrium bikarbonat, aluminium, dan magnesium hidroksida.
Namun, antasida bisa menghambat penyerapan nutrisi, yang membuat defisiensi seiring waktu.
Sementara itu, gaviscon bekerja berbeda dengan obat antasida.
Gaviscon mempunyai sedikit perbedaan dalam komposisinya, tetapi biasanya mengandung antasida.
Kendati begitu, lebih baik menghubungi ahli untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-asam-lambung-naik.jpg)