Jumat, 10 April 2026

Ponpes Tahfidz Guntur Terbakar

Ustazah Vitria Nekat Lompat dari Ketinggian 3 Meter Saat Terkepung Api di Ponpes Tahfidz Guntur

Ia membangunkan para santriwati yang masih tertidur, bahkan ia menerobos api naik ke lantai dua untuk menyelamatkan seorang santriwati.

Penulis: Widodo |
Ist
Pondok pesantren santri Tahfidz Guntur Dusun Pengkalen Batu terbakar, hanya menyisakan baju yang dikenakan santri 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ustazah Vitria Anjelika terbangus sekitar jam 3 pagi setelah merasakan suhu panas di dalam kamar.

Ia lalu membangunkan para santriwati yang masih tertidur, bahkan ia menerobos api naik ke lantai dua untuk menyelamatkan seorang santriwati yang belum terbangun.

Ustazah 18 tahun itu turut menjadi korban dalam kebakaran Pondok Pesantren Tahfizh Guntur yang ada di Dusun Pangkalan Batu, Desa Ranggung, Kecamatan Payung pada Minggu (6/6/2021).

"Saat jam 3 fajar terbangun karena merasakan panas. Saat terbangun api sudah mulai membesar daerah pojok kamar yang perempuan. Saat terbangun langsung memanggil ustaz," kata Ustazah kepada Bangkapos.com, Senin (7/6/2021).

Selepas memanggil ustaz, Ustazah Vitria langsung membangunkan anak-anak, yang dua itu Cahaya sama Sinta langsung disuruh ke bawah. Sementara itu seorang santriwati lain bernama Mahatul susah bangun, ia kembali lagi ke atas untuk membangunkannya.

"Setelah bangun langsung membawanya ke bawah sambil memapahnya. Apinya dari atas posisinya kan pondok jadi apinya sudah ke bawah semua," ucapnya.

"Di bawah itu ada tempat ngajar dan motor ustaz Mansur itu berada di situ jadi supaya enggak kemakan api berpikir untuk menyelamatkan motor, jadi sekuat tenaga menyelamatkan motor dibawa agak menjauh dari kobaran api," lanjutnya.

Motor selamat, Ustadzah itu kembali teringat dengan uang yayasan.

"Karena itu uang yayasan saya enggak punya uang untuk menggantikannya. Saat itu api sudah menyebar ke seluruh pondok tetapi saya nekat masuk lagi sendiri ke dalam untuk menyelamatkan uang yayasan tersebut melalui pintu yang sudah penuh dengan api," jelasnya.

"Karena api sudah besar banget jadi tidak mungkin saya turun ke bawah pelan pelan melalui tangga, jadi saya memilih untuk terjun dari lantai atas," sambungnya.

Setelah terjun ke bawah dari ketinggian kurang lebih 3 meter dengan memakai gamis, ustadzah tersebut lari tak selang berapa lama pondok pesantren tersebut roboh.

Ada 3 santriwati yang diselamatkan oleh ustadzah semuanya selamat dan tidak ada luka luka. Saat mengambil uang api itu sudah di belakang, api sudah mengenai jilbab ustadzah. Tanpa sadar terjun dari atas api itu masih menyala di jilbab.

Setelah sadar api sudah tidak menyala lagi dijilbab, ustadzah itu lari sekuat tenaga untuk menghampiri santri-santri yang sudah ada di gerbang. Saat sampai di gerbang para santri itu teriak sembari berkata "buku ku buk, tas ku buk baju ku buk".

Jadi ustadzah tersebut memanggil santri laki-laki dan menyuruh mereka memanggil warga setempat.

"Siapapun itu yang laki-laki tolong panggil warga kampung pangkalan batu," katanya menceritakan.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved