Breaking News:

Ponpes Tahfidz Guntur Terbakar

Ustazah Vitria Nekat Lompat dari Ketinggian 3 Meter Saat Terkepung Api di Ponpes Tahfidz Guntur

Ia membangunkan para santriwati yang masih tertidur, bahkan ia menerobos api naik ke lantai dua untuk menyelamatkan seorang santriwati.

Penulis: Widodo | Editor: El Tjandring
Ist
Pondok pesantren santri Tahfidz Guntur Dusun Pengkalen Batu terbakar, hanya menyisakan baju yang dikenakan santri 

Setelah terjun ke bawah dari ketinggian kurang lebih 3 meter dengan memakai gamis, ustadzah tersebut lari tak selang berapa lama pondok pesantren tersebut roboh.

Ada 3 santriwati yang diselamatkan oleh ustadzah semuanya selamat dan tidak ada luka luka. Saat mengambil uang api itu sudah di belakang, api sudah mengenai jilbab ustadzah. Tanpa sadar terjun dari atas api itu masih menyala di jilbab.

Setelah sadar api sudah tidak menyala lagi dijilbab, ustadzah itu lari sekuat tenaga untuk menghampiri santri-santri yang sudah ada di gerbang. Saat sampai di gerbang para santri itu teriak sembari berkata "buku ku buk, tas ku buk baju ku buk".

Jadi ustadzah tersebut memanggil santri laki-laki dan menyuruh mereka memanggil warga setempat.

"Siapapun itu yang laki-laki tolong panggil warga kampung pangkalan batu," katanya menceritakan.

Setidaknya ada dua santri yang bersedia pergi untuk mencari pertolongan dengan berjalan kaki dan memakai senter dua santri tersebut pergi ke Pangkalan Batu sekitar 400 meter dari pondok pesantren.

Saat warga Pangkalan Batu mengetahui pesantren kebakaran, para warga pun berteriak untuk memberitahukan kepada warga lain

"Pesantren kebakaran, pesantren kebakaran, teriak warga," tirunya.

Sangking besarnya api sampai sampai warga pun tidak memakai senter saat menghampiri lokasi kejadian.

Saat itu ustadzah itu hanya merasakan panas dan dibawa dengan motor ke rumah warga dan saat sampai di rumah satu di antara warga melihat punggung Usatzah sudah melepuh karena luka bakar.

Kata dia, di ponpes hanya ada dua orang ustazah dan ustaz. Santri semuanya ada 19 orang. TK 8 orang dan tidak menginap, kemudian ada 10 orang yang menginap di antaranya tiga perempuan dan 7 laki laki.

(Bangkapos.com / Widodo)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved