Breaking News:

Tribunners

Sektor Informal Alternatif Keberlangsungan Ekonomi di Kala Pandemi

Dampak pandemi mengakibatkan adanya perubahan status pekerja yang cukup signifikan dibandingkan kondisi Februari 2020

Editor: suhendri
Sektor Informal Alternatif Keberlangsungan Ekonomi di Kala Pandemi
ISTIMEWA
Sri Hapsari M.H., M.Stat - Fungsional Statistisi BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk menangani dampak pandemi bagi kalangan usaha. Pemerintah pusat mengeluarkan stimulus ekonomi untuk mendukung pelaku usaha kecil agar tetap bertahan di masa pandemi. Di antaranya dengan menyalurkan bantuan usaha yaitu dengan memberikan Bantuan untuk Pelaku Usaha Mikro (BPUM) tahap ke-2 yang mulai disalurkan pada April 2021, restrukturisasi pinjaman dan subsidi bunga kredit.

Namun tentunya tidak cukup hanya itu. Agar pelaku usaha sektor informal dapat berkembang menjadi pelaku ekonomi yang tangguh dalam menghadapi gejolak ekonomi yang cukup fluktuatif di masa pandemi tentunya memerlukan dukungan dari pemerintah daerah yang lebih mengetahui kondisi wilayahnya.

Peran pemerintah di antaranya melalui pembinaan untuk meningkatkan kemampuan teknis maupun manajerialnya. Dalam menghadapi situasi pandemi membutuhkan penyesuaian-penyesuaian yang tidak serta-merta setiap pelaku usaha dapat melakukan penyesuaian.

Dengan pembatasan interaksi sosial salah satu yang dapat menjadikan pelaku usaha tetap eksis yaitu pengetahuan mengenai penguasaan teknologi informasi dan digital marketing. Melalui teknologi informasi diharapkan pelaku usaha dapat memasarkan hasil usahanya dengan jangkauan yang lebih luas. Yang tak kalah pentingnya saat ini yaitu bagaimana membuat konten promosi yang lebih menarik untuk mempromosikan produknya secara daring (online).

Dukungan pemerintah maupun pemangku kepentingan (stakeholder) terkait dapat dilakukan melalui penyediaan platform/portal untuk mendukung promosi maupun jual beli online memfasilitasi pengusaha yang tidak terlalu paham dengan teknologi. Mengingat tidak semua pengusaha terbiasa dengan penggunaan teknologi informasi.

Dan yang tidak kalah pentingnya yaitu dukungan regulasi, akses terhadap permodalan, dan perluasan jaring pengaman sosial (jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan) yang layak bagi pekerja sektor informal.

Terlepas dari kekurangan sektor informal, dengan banyaknya tenaga kerja yang menggantungkan ekonominya pada sektor informal maka perhatian pemerintah dan upaya bersama dengan stakeholder terkait akan sangat bermanfaat bagi pekerja yang berkecimpung di dalamnya mengingat pandemi masih berlangsung, dan perekonomian belum sepenuhnya pulih.

Peran pemerintah sangat diperlukan guna merumuskan kebijakan strategis untuk mendorong keberlangsungan sektor informal. Potensi meningkatnya pengangguran dan kemiskinan dari pelaku sektor informal akan berkurang dengan adanya intervensi dari pemerintah. (*)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved