Senin, 8 Juni 2026

Jantung

Ingat, 3 Hal ini Bantu Penanganan Pertama Penderita Serangan Jantung

Serangan jantung biasanya menyebabkan sakit pada dada selama lebih dari 15 menit, namun terkadang bisa juga tidak menunjukkan gejala apa pun....

Tayang:
freepik
Freepik Ilustrasi penyakit jantung 

Ingat, 3 Hal ini Bantu Penanganan Pertama Penderita Serangan Jantung

BANGKAPOS.COM -- Penyakit jantung adalah kondisi ketika jantung mengalami gangguan.

Bentuk gangguan itu sendiri bisa bermacam-macam.

Tak jarang angka kematian karena penyakit terkait jantung dikarenakan para korban tidak mendapatkan penanganan yang tepat, terutama ketika kasusnya adalah serangan jantung.

Penanganan serangan jantung yang terlambat bisa berakibat fatal.

Banyak yang tidak menyadari gejalanya sehingga banyak orang meninggal bahkan sebelum tiba di rumah sakit.

Baca juga: Sering Disepelekan Banyak Orang, Inilah 5 Kebiasaan Buruk yang Merusak Jantung

Mengutip alodokter.com, ada gangguan pada pembuluh darah jantung, irama jantung, katup jantung, atau gangguan akibat bawaan lahir.

Beberapa gejala serangan jantung antara lain perasaan pusing, berkeringat, mual, naspas memendek, rasa sakit yang terasa memeras jantung, hingga rasa tidak nyaman pada bahu, leher, punggung, rahang, lengan, dan perut bagian atas.

Serangan jantung biasanya menyebabkan sakit pada dada selama lebih dari 15 menit, namun terkadang bisa juga tidak menunjukkan gejala apa pun.

Nah, inilah hal-hal yang bisa kamu lakukan untuk membantu penanganan pertama penderita serangan jantung:

1. Jika korban serangan jantung masih terbangun dan bisa merespons, lakukan hal-hal berikut:

- Berikan baby aspirin 324mg atau aspirin dewasa 325mg.

- Jangan berikan air atau makanan.

Baca juga: Manfaat Santan yang Jarang Diketahui Orang, Cegah Penyakit Jantung HIngga Turunkan Berat Badan

- Jaga kenyamanan korban dan buat daftar obat-obatan jika mereka memilikinya.

- Jika mereka mendapatkan resep nitrogliserin oleh dokter, berikan pada korban ketika merasa sakit dada.

2. Jika korban tidak sadarkan diri, namun masih bernapas secara normal, pindahkan korban ke permukaan yang rendah dan biarkan kepala korban rileks dalam posisi tegak.

Posisi ini untuk menghindari korban mengalami tersedak dengan membiarkan saliva mengering dari dalam mulut.

3. Jika korban tidak sadarkan diri dan tidak bernapas, melakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR) akan sangat membantu dan membuatnya lebih baik sebelum dibawa ke rumah sakit.

Studi mengatakan bahwa melakukan CPR pada korban sebelum dilarikan ke rumah sakit bisa meningkatkan rasio selamat hingga 12 persen.

Untuk melakukan CPR, lakukan tahapan berikut:

- Letakkan satu tangan ada tengah dada korban dekat dengan area puting, lalu tekan dengan keras dan cepat.

- Lakukan 100 hingga 120 kompresi per menit.

- Jangan takut ketika kamu melakukan CPR.

Baca juga: Gejala Serangan Jantung yang Penting untuk Anda Ketahui, dari Nyeri di Dada Hingga Mual dan Muntah

Baca juga: Waspadai Gejala-gejala Penyakit Jantung yang Bisa Terlihat di Kulit dan Kuku

Tak Banyak yang Tahu, Inilah Manfaat Cabai untuk Kesehatan, Cegah Penyakit Jantung hingga Kanker

Defibrilasi adalah metode penanganan pertama lainnya untuk korban serangan jantung.

Sejumlah tempat umum memiliki defibrilator eksternal otomatis atau automatic external defibrillators (AED), sebuah perangkat elektronik portabel yang bisa memberi kejut listrik ke jantung agar denyutnya bisa kembali normal.

Mesin ini sangatlah membantu dan bisa menyelamatkan nyawa korban serangan jantung.

Pada intinya, jika berada dekat dengan korban serangan jantung, jangan panik.

Sebab, panik akan membuat kita kehilangan waktu berharga untuk menyelamatkan mereka yang membutuhkan.

Tetaplah tenang sehingga bisa membantu dan menyelamatkan nyawa mereka.

Selain itu, penting untuk memahami CPR sebagai antisipasi jika diperlukan di masa mendatang.

(*/ Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved