Warga Belitung Timur Diterkam Buaya
Menambang Timah di Sekitar Bendungan, Pria Ini Diterkam Buaya, Sempat Muncul Tapi Hilang Lagi
Buaya yang diduga telah menyerang itu sempat terlihat muncul dan tampak menggigit sesuatu yang diduga korban| Namun, belakangan ia menghilang lagi.
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Warga penuhi area seputaran jembatan Gantung, Belitung Timur, mereka dihebohkan dengan peristiwa manusia diserang buaya.
Beberapa dermaga buatan warga yang terbuat dari kayu pun tampak dipadati oleh warga yang penasaran.
Sementara itu tim sar gabungan menurunkan dua perahu karet ditambah satu perahu nelayan dalam proses pencarian korban hilang diterkam buaya tersebut.
Mereka menyaksikan proses pencarian korban, yang dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Beberapa kali buaya yang menggigit korban tampak menimbulkan moncong kepalanya yang dalam posisi mengigit bagian paha atas korban, tampak jelas buaya paha korban dalam gigitan buaya tersebut.
Kepala Desa Gantung, Arief Kusmaryadi mengatakan keberadaan buaya di sungai Lenggang memang sudah lama, jumlahnya pun sudah tak terhitung lagi.
"Sore aja biasanya dia (buaya) lalu lalang, dan jadi tonton-tontonan warga. Tahun 2021 ini merupakan kejadian ke-dua di sungai ini sebelumnya memang cuman diserang, tapi kali ini diambil," ujar Arief kepada posbelitung.co, Minggu (13/6/2021).
Tahun-tahun sebelumnya memang sudah pernah kejadian serupa terjadi, saat itu, menurutnya ada orang yangsedang membersihkam perahu, kemudian ada juga penambang yang diserang.
"Buaya ini ukuran sekitar tiga-empat meter. Korbam merupakan warga Desa Lenggang, atas nama Edy Pradesa (42)," ucapnyanya.
Dia pun berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi, dan menjadi perhatian pemerintah daerah, karena kasus serupa sudah terjadi berulang kali.
Kata Wabup Beltim
Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar mengatakan pemerintah sudah berupaya berkali-kali mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di Sungai Lenggang.
Karena diduga di sungai ini banyak bersarang buaya ganas yang berbahaya.
Wabup Khairil bilang ke depan pemerintah bakal menentukan langkah strategis demi mengeliminasi konflik sejenis terjadi kembali di Belitung Timur.
"Saya pikir ini penyebabnya adalah lingkungan dan habitat buaya yang terganggu. Manusia selalu mengusik. Sama seperti kita kalau diusik kan bagaimana?" kata Wabup saat memantau jalannya proses evakuasi oleh Tim SAR Gabungan, Minggu pagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210612.jpg)