Sabtu, 11 April 2026

Konyol, Pemimpin Klan Samurai Jepang Tewas Hanya Gegara Kentut, Ini Kisahnya

Tapi, seperti kentut yang meninggalkan bau tahan lama bahkan setelah suaranya tak terdengar lagi, kebencian Mangoro pada cara Kunitane

Editor: Iwan Satriawan
imdb.com
ilustrasi 

BANGKAPOS.COM- Kisah ini terdengar unik dan konyol.

Prefektur Chiba, Jepang pernah diperintah oleh seorang samurai yang kematiannya berhubungan erat dengan perut kembung.

Atau lebih tepatnya, samurai jagoan ini tewas hanya karena masalah kentut.

Begini ceritanya.

Waktu itu, Jepang masih berada di periode samurai yang penuh kekerasan.

Pada periode Sengoku misalnya, hidup para samurai selalu risiko.

Mereka tiba-tiba saja bisa tewas. Entah karena perselisihan tanah, kekuasaan, atau kehormatan.

Tapi dalam kasus seorang samurai penguasa bernama Chiba Kunitane, penguasa ke-29 dari klan Chiba yang menguasai bagian timur Jepang yang dulunya disebut Shimosa, kentut jadi penyebab utama kematiannya.

Jadi pada 1585, seperti kebiasaannya, Kunitane memanggil pengikutnya ke Kastil Sakura, benteng utama klan Chiba untuk perayaan tahun baru.

Selama perayaan, pelayan Kunitane, Kuwata Mangoro, kentut di depan tuannya. Tak hanya sekali, tapi dua kali.

Ketika Mangoro melanggar kesopanan sekali lagi itulah, Kunitane mulai menghukumnya karena dianggap tak punya sopan santun.

Tapi Mangoro malah membalas tuannya dengan ketus.

"Kentut tidak pernah peduli kapan dan di mana mereka keluar. Jadi mengapa kau harus berteriak padaku di depan bawahanmu?"

Kunitane pun marah. Dia lantas menendang Mangoro ke tanah dan meraih gagang pedangnya.

Saat itu, eksekusi pedang pada pelayan kurang ajar ini bisa saja dilakukan. Tapi sebelum darah mengotori lantai, Kunitane lebih dulu dilerai oleh anak buahnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved