Berikut LINK Cepat Pendaftaran PPDB SMA/SMK Bangka Belitung, Intip Tips dan Trik Agar Tak Gagal
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK jalur zonasi secara online dimulai, Senin (21/6/2021).
Keempat, pastikan koneksi internet saat proses unggah benar-benar baik.
Hal ini sangat penting agar jaringan tidak lelet dan membuang-buang waktu.
Itulah beberapa hal yang dapat dilakukan agar proses pendaftaran PPDB berjalan lancar.
Zonasi 60 persen
Kepala Balai Teknologi Informasi, Komunikasi, Pendidikan Dinas Pendidikan Babel, Sukinda, menjelaskan untuk penentuan penilaian dalam penerimaan siswa melalui jalur zonasi.
"Untuk SMA kuota jalur zonasi ini sebanyak 60 persen di setiap sekolah, penentuan utamakan dengan jarak terdekat antara rumah dan sekolah. Cara perhitungan menggunakan google maps, metode tarik lurus berapa jarak rumah anak ke sekolah di rangking berdasarkan kouta di sekolah," jelas Sukinda didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Babel, Ervawi kepada bangkapos.com, Senin (21/6/2021).
Sukinda menambahkan penentuan zonasi berdasarkan jarak rumah terdekat dan kouta sekolah dalam menetapkan perangkingan.
"Saya berikan contoh begini, misalnya SMAN 1 Pangkalpinang, koutanya 60 persen. Ada 150 orang yang di dalam zonasi. Berapa orang yang mendaftar ada 300 misalnya. Kemudian akan dirangking berapa jarak terdekat dengan sekolah diambil 150, kalau lebih dari itu tersingkir.”
“Kemudian seandainya ada jarak yang sama antara tiga orang siswa bagaimana penentuannya, yaitu menggunakan umur. Jadi umur yang tertua diambil, setelah melakukan seleksi jarak rumah ke sekolah dan seleksi, itu digunakan pada jalur zonasi," lanjutnya.
Sukinda menambahkan, tidak selesai di situ pihak sekolah juga melakukan verifikasi dan validasi data.
Karena belum tentu yang diupload pada aplikasi sesuai dengan aslinya.
"Pihak sekolah yang melakukan verifikasi melalui operator di sekolah anak, akan diseleksi untuk menentukan proses rangking," katanya.
Lebih jauh, berkaitan dengan siswa reguler SMK berbeda dengan zonasi SMA, reguler artinya perpaduan nilai prestasi siswa, nilai rapot, tes bakat minat yang dilaksanakan.
"Kemudian nilai tambahnya ada pada prestasi non akamedik bagi siswa yang memiliki, proses reguler semua nilai di bobotkan akan ditambah dengan nilai akreditasi sekolah," ujarnya.
Ia menerangkan, contoh satu sekolah menengah pertama memiliki akreditasi A setara dengan nilai 1 poin, akreditasi B 0,9 poin, akreditasi C 0,8 poin, dan belum terakreditasi 0,7 poin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210621-sman-4-pkp.jpg)