Studi Com-COV Oxford Menunjukkan Campuran Vaksin AstraZeneca & Pfizer Hasilkan Kekebalan Lebih Baik
ketika kedua vaksin tersebut diberikan pada interval empat minggu, maka akan menginduksi respon imun yang berada di atas ambang batas...
Di Inggris, para pejabat telah menyarankan jeda delapan minggu antara dosis vaksin untuk usia di atas 40 tahun dan jeda 12 minggu untuk orang dewasa lainnya.
Wakil Kepala Medis Inggris Jonathan Van-Tam mengatakan, hasil studi Com-COV adalah langkah maju yang vital.
• Pengemudi Pajero ini Pantas Berani Todongkan Pistol, Ternyata Ini Pekerjaannya
Baca juga: RYA Tendang Paha Istri Berujung Penjara, Alasan KDRT karena Kesal Dijelek-jelekan MN
Baca juga: Hati-hati! Banyak yang Salah Arti Tulisan Khusnul Khotimah dan Husnul Khotimah, Berikut Doa Lainnya
"Mereka menawarkan bukti yang mendukung bahwa rekomendasi standar (non-campuran) JCVI (Komite Bersama untuk Vaksinasi dan Imunisasi) untuk vaksinasi Covid-19 semuanya menghasilkan respons imun yang sangat memuaskan, untuk kedua vaksin utama yang digunakan,” katanya.
"Mengingat posisi pasokan Inggris yang stabil, tidak ada alasan untuk mengubah jadwal vaksin saat ini."
Diketahui, lebih dari 80 persen orang dewasa di Inggris kini telah menerima satu dosis vaksin Covid-19 dan 60 persen telah mendapat dua suntikan.
(Tribunnews.com/Rica Agustina)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/vaksin-ni_20160625_204717.jpg)