Kamis, 16 April 2026

Belum Selesai Serangan Varian Delta, Sekarang Muncul Varian Lambda yang Lebih Agresif, Ini Gejalanya

Belum selesai tentang varian Delta, mutasi Covid-19 yang disebut enam kali lebih menular, sekarang muncul varian Lambda

Editor: Alza Munzi
Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Covid-19 yang terus bermutasi dan muncul varian baru 

"Oleh karena itu, mungkin tidak mengherankan bahwa varian baru telah dimulai," kata Tsukayama kepada DW News.

Alfa (B.1.1.7), beta (B.1.351), delta (B.1.617.2) dan gamma (P.1) dikategorikan sebagai VUI oleh WHO.

Klasifikasi menunjukkan bahwa mereka lebih menular dan lebih sulit untuk diobati.

Sementara itu ahli virologi WHO Jairo Mendez-Rico mengatakan hingga saat ini

masih belum ada indikasi varian lambda lebih agresif dari varian lainnya

"Sejauh ini kami tidak melihat indikasi bahwa varian lambda lebih agresif.

Ada kemungkinan bahwa itu menunjukkan tingkat infeksi yang lebih tinggi."

"Tetapi kami belum memiliki cukup data yang dapat diandalkan untuk

membandingkannya dengan gamma atau delta," kata ahli virologi WHO Jairo Mendez-Rico.

PHE mengatakan tes sedang berlangsung dan saat ini tidak ada bukti varian ini

menyebabkan penyakit yang lebih parah atau membuat vaksin kurang efektif.

Gejala Varian Lambda

Dilansir Express UK, gejala utama Covid-19 varian Lambda yang disarankan NHS untuk diwaspadai adalah:

- suhu tinggi

- batuk baru yang terus menerus

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved