Belum Selesai Serangan Varian Delta, Sekarang Muncul Varian Lambda yang Lebih Agresif, Ini Gejalanya
Belum selesai tentang varian Delta, mutasi Covid-19 yang disebut enam kali lebih menular, sekarang muncul varian Lambda
BANGKAPOS.COM - Kasus baru melonjak sampai 21.807 orang terpapar Covid-19 perhari pada akhir pekan lalu.
Angka itu tertinggi selama pandemi menyerang Indonesia dan dikhawatirkan akan terus naik seiring munculnya varian baru.
Belum selesai tentang varian Delta, mutasi Covid-19 yang disebut enam kali lebih menular, sekarang muncul varian Lambda.
Sama seperti varian Delta yang disertai demam, varian Lambda juga menyebabkan batuk-batuk.
Baca juga: Tanda-tanda Orang Kena Virus Corona Varian Delta, Segera Isolasi Mandiri dan Hindari 6 Tempat Ini
Sejauh ini sudah ada ditemukan di Inggris, setelah sebelumnya heboh penularan corona di India akibat varian Delta.
Dikutip dari Tribunnews.com, World Health Organization (WHO) kembali menetapkan varian baru Covid-19 yang tergolong dalam Variant Under Investigation (VUI).
Dilansir Public Health England (PHE), varian baru tersebut adalah varian Lambda (C.37)
dan resmi diklasifikasikan sebagai varian yang sedang diselidiki atau VUI pada Senin (14/6/2021).
Baca juga: Bocoran Aturan PPKM Darurat yang Segera Diberlakukan di Jawa dan Bali
Menurut laporan terdapat enam kasus Covid-19 varian Lambda yang teridentifikasi di Inggris.
Semua kasus yang teridentifikasi tersebut juga berkaitkan dengan perjalanan ke luar negeri.
Varian Lambda Lebih Agresif
Menutip DW News, Ahli virologi Pablo Tsukayama dan timnya di Universitas
Cayetano Heredia Lima telah melacak evolusi varian lambda di Peru selama
berbulan-bulan setelah mengidentifikasinya melalui pengujian genom.
"Dengan 187.000 kematian dan tingkat kematian tertinggi di dunia, kami adalah negara yang paling berjuang dalam hal virus corona."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-baru.jpg)