Materi Belajar
Materi IPS Kelas 6 SD: Sistem Administrasi Wilayah Indonesia Lengkap Soal dan Jawaban
Materi kali ini akan membahas pelajaran IPS Kelas 6 SD tentang sistem administrasi wilayah Indonesia
Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Menghitung Luas Wilayah Indonesia
Indonesia merupakan negara kepulauan. Jumlah pulau yang kita miliki paling banyak dibandingkan negara lain di dunia. Totalnya ada 17.508 pulau. Banyaknya pulau menyebabkan wilayah daratan kita luas.
Luas daratan kita ternyata lebih kecil dibandingkan dengan luas wilayah lautnya. Perbandingan luas daratan dengan lautan kita yaitu 2:3. Amatilah gambar berikut ini. Mari kita hitung luas Indonesia.
Wilayah Laut
Dengan wilayah laut kita seluas 3.257.357 km² banyak sekali potensi didalamnya. Untuk pemanfaatannya, harus dilakukan pengaturan. Pada tanggal 13 Desember 1957 keluar Deklarasi Juanda. Peraturan ini kemudian disahkan menjadi UU No.4 Prp Tahun 1960. Isinya tentang wilayah laut teritorial 12 mil laut atau 22 km dari pantai terluar.
Pemerintah RI mencahkan UNCLOS menjadi Undang-undang no.17 tahun 1985. UNCLOS mengatur dual hal. Pertama, negara pantai memiliki kedaulatan atas laut teritorial sejauh 12 mil laut dari pantai terluar. Kedua, negara pantai memiliki yurisdiksi atas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).
ZEE adalah wilayah 200 mil laut (370 km) dari pantai suatu negara yang SDA-nya menjadi hak dari negara tersebut. Ikan, mutiara, tambang minyak, tambang gas, dsb. menjadi hak negara tersebut. Hak ini disebut yurisdiksi yang meliputi pemanfaatan SDA, penelitian ilmiah, dan pelestarian lingkungan. Di luar zona tersebut, pengembangan mineralnya diatur oleh badan internasional.
Wilayah Darat
Luas daratan Indonesia 1.919.440 km². Daratan negara kita terluas ke 16 dunia. Luas keseluruhan Indonesia adalah 5.176.797 km².Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik.
Setelah proklamasi kemerdekaan, Presiden Ir.Soekarno menetapkan Indonesia dibagi menjadi beberapa propinsi. Propinsi-propinsi ini tersebar di Kepulauan Sunda Besar dan Sunda Kecil. Kep. Sunda Besar adalah Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Pada waktu itu, wilayah Papua masih belum diakui oleh Belanda sebagai wilayah Indonesia. Kep. Sunda Kecil adalah pulau-pulau kecil, diantaranya Nusa Tenggara dan Maluku.
Sejak 1945 itu, jumlah propinsi di Indonesia senantiasa mengalami perkembangan. Pada masa awal kemerdekaan tahun 1945, wilayah Indonesia hanya terdiri atas delapan propinsi.
Pada masa awal kemerdekaan tersebut, Papua masih dikuasai Belanda. Bahkan Belanda pun berusaha untuk menguasai propinsi-propinsi yang sudah dibentuk. Pada tahun 1949 akhirnya banyak muncul negara-negara bagian bentukan Belanda.
Akhirnya, negara kita kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam kurun waktu tahun 1950-an dan 1960-an beberapa kali terjadi pemekaran jumlah propinsi. Pemekaran ini dalam beberapa tahapan.
Pulau-pulau besar seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi dibagi menjadi beberapa propinsi. Setiap propinsi dibagi menjadi beberapa
karesidenan. Dalam tahapan selanjutnya, karesidenan-karesidenan tersebut dimekarkan menjadi propinsi. Pada awal tahun 1963, NKRI terdiri dari 25 propinsi.
Pada tahun 2000 lahir tiga propinsi. Propinsi baru di Pulau Jawa yaitu Propinsi Banten. Wilayahnya sebelumnya merupakan bagian dari wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Di propinsi Sumatera Selatan berdiri Propinsi Bangka Belitung. Sesuai namanya, propinsi ini terdiri dari dua pulau utama yaitu pulau Bangka dan Pulau Belitung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/peta-wilayah-indonesia-ok.jpg)