Orang Tua Harus Lakukan Ini Saat Anak Positif Covid-19
Selama isolasi mandiri, orang tua harus bisa memantau gejala atau kelihan anak, memeriksa suhu tubuh anak dua kali sehari.
BANGKAPOS.COM - Orang tua tentu sangat khawatir saat si kecil dinyatakan positif Covid-19.
Apalagi, ketersediaan ruangan di rumah sakit juga terbatas sehingga disarankan untuk melakukan isolasi mandiri.
Berdasarkan Panduan Ikatan Dokter Anak Indonesia, isolasi mandiri memang bisa dilakukan jika anak tidak bergejala/asimptomatik, mengalami gejala ringan, anak aktif, bisa makan dan minum.
Selama isolasi mandiri, orang tua harus bisa memantau gejala atau kelihan anak, memeriksa suhu tubuh anak dua kali sehari.
Pastikan juga lingkungan rumah atau kamar yang digunakan untuk isolasi mandiri memiliki ventilasi yang baik.
Baca juga: Waspadai 9 Gejala Tumor Otak
Hal yang harus dilakukan orang tua
Ketika anak terinfeksi Covid-19, orang tua tetap bisa mengasuh mereka.
Namun, jika masuk dalam kelompok rentan, sebaiknya mencari bantuan untuk mengasuh anak.
Orang yang diminta bantuan untuk mengasuh anak selama isolasi mandiri juga harus memiliki risiko rendah terhadap gejala berat Covid-19.
Jika ada anggota keluarga yang positif, maka bisa diisolasi bersama.
Ketika orang tua dan anak berada pada status positif Covid-19, maka disarankan untuk tidur dengan jarak 2 meter di kasur terpisah.
Orang tua juga harus memberikan dukungan psikologis pada anak selama melakukan isolasi mandiri.
Orang tua harus segera membawa anak ke rumah sakit bila mengalami kondisi berikut:
* anak banyak tidur
* napas cepat
* ada cekungan di dada, hidung kembang kempis
* saturasi oksigen kurang dari 95 persen
* mata merah, ruam, leher bengkak
* demam lebih dari tujuh hari
* kejang
* tidak bisa makan dan minum
* mata cekung
* frekuensi buang air kecil berkurang
* terjadi penurunan kesadaran.
Baca juga: Sudah Tahukah Beda Batuk Kering Biasa dan Gejala Covid-19?
Obat yang harus disiapkan selama isolasi mandiri
Selama melakukan isolasi mandiri, orang tua juga harus menyiapkan berbagai obat-obatan penunjang seperti obat demam dan multivitamin.
Pemberian multivitamin juga harus disesuaikan dengan dosis.
Menurut ikatan dokter anak Indonesia, berikut dosis untuk pemberian multivitamin pada anak:
Vitamin C
* 1- 3 tahun: max 400 mg/ hari
* 4-8 tahun: 600 mg/ hari
* 9-13 tahun: max 1200 mg/ hari
* 14-18 tahun: max 1800 mg/ hari
Vitamin D
* Anak di atas usia 3 tahun: 400 U/ hari
* Anak: 1000 U/ hari
* Remaja: 2000 U/ hari
* Remaja obesitas: 5000 U/ hari.
Untuk pemberian suplemen zink, dosis yang diberikan sekitar 20 mg setiap hari selama 14 hari.
Protokol kesehatan juga harus tetap diterapkan selama isolasi mandiri.
Protokol kesehatan selama isolasi mandiri antara lain:
* menerapkan etika batuk
* menggunakan masker
* rutin mencuci tangan
* tetap di rumah
* menjaga jarak. (Kompas.com/Ariska Puspita Anggraini)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Yang Harus Dilakukan Orangtua saat Anak Positif Covid-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210703-covid-19-pada-anak-anak.jpg)