9 Kondisi yang Bisa Jadi Penyebab Kekurangan Oksigen dalam Darah
Seseorang dapat didiagnosis mengalami kekurangan oksigen apabila kadar oksigen darah dari hasil pengukuran analisis gas darah kurang dari 75 mmHg
BANGKAPOS.COM - Rendahnya kadar oksigen dalam darah di dunia kesehatan dikenal dengan hipoksemia.
Melansir Mayo Clinic, hipoksemia adalah tanda adanya masalah yang berkaitan dengan pernapasan atau sirkulasi, dan dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti sesak napas.
Penyebab kekurangan oksigen dalam darah penting dipastikan untuk menentukan pengobatan paling tepat.
Seseorang dapat didiagnosis mengalami kekurangan oksigen apabila kadar oksigen darah dari hasil pengukuran analisis gas darah kurang dari 75 mmHg.
Kadar oksigen dalam darah di bawah 60 mmHg menunjukkan kondisi kekurangan oksigen sangat parah dan biasanya membutuhkan oksigen tambahan.
Hipoksemia juga dapat diperkirakan dengan mengukur saturasi oksigen darah dengan menggunakan alat pulse oximeter.
Saturasi oksigen normal biasanya antara 95-100 persen untuk kebanyakan orang dewasa yang sehat.
Setiap tingkat di bawah ini dianggap berbahaya dan membutuhkan perawatan.
Penyebab kekurangan oksigen dalam darah
Penyebab kekurangan oksigen dalam darah bisa bermacam-macam.
Dilansir dari Very Well Health, nilai kadar oksigen dalam darah Anda tergantung pada beberapa faktor utama.
Ini termasuk:
* Berapa banyak oksigen yang Anda hirup?
* Seberapa baik alveolus menukar karbon dioksida dengan oksigen?
* Berapa banyak hemoglobin yang terkonsentrasi dalam sel darah merah?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/freepik-ilustrasi-sesak-napas.jpg)