Sabtu, 11 April 2026

Bangka Pos Hari Ini

Cuaca Ekstrem di Bangka Belitung, BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Tiga Hari

BMKG menge­luarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem untuk wilayah Bangka Belitung pada 11-13 Juli 2021.

Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Agus Nuryadhyn
Kasi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi kelas 1 Pangkalpinang,Kurniaji 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menge­luarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem untuk wilayah Bangka Belitung pada 11-13 Juli 2021.

Dalam peringatan dini tersebut disebutkan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada ­Minggu (11/7) pagi, siang, sore hingga dini hari.

Kondisi yang sama juga berpotensi terjadi pada Senin (12/7).

Adapun pada Selasa (13/7), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di pagi, siang, sore, dan dini hari berpotensi terjadi di Kabupaten Bangka Selatan dan Belitung.

“Hasil analisis dari perkiraan cuaca, hujan akan turun dua hari ke depan. Hal tersebut disebabkan oleh potensi pembentukan awan-awan konvektif menjadi makin besar sehingga terjadilah hujan di wilayah Babel. Dalam beberapa hari terakhir dan juga hari ini (kemarin), Babel masuk ke dalam zona belokan angin dan konvergensi yang menyebabkan awan konvektif,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang Kurniaji kepada Bangka Pos, Minggu (11/7).

Untuk hari ini, Senin (12/7), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan masih akan terjadi di seluruh wilayah Babel.

Hujan akan turun pada pagi hingga siang hari dan sebagian berlanjut pada dini hari.

Adapun wilayah-wilayah yang berpotensi hujan de­ngan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang, kilat, dan petir adalah Kecamatan Muntok, Leparpongok, Tukaksadai, Toboali, Airgegas, Payung, dan Pulau Besar.

Kindisi tersebut bisa meluas ke Kecamatan Lubuk Besar, Koba, Namang, Simpangkatis, Pangkalanbaru, Mendo Barat, Sungaiselan, Simpangrimba, Pudingbesar, Bakam, Tempilang, Kelapa, Simpangteritip, Kepulauan Pongok, Selat Nasik, Gantung, Manggar, Damar, Simpangrenggiang, Dendang, Simpangpesak, Membalong, dan sekitarnya.

Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Empat penyebab

Melansir Kompas.com, 24 Juni 2021, mulai bulan Mei hingga September umumnya wilayah Indonesia memasuki periode musim kemarau, tetapi hingga menjelang ­akhir Juni, banyak wilayah yang masih diguyur hujan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyampaikan bahwa perkembangan musim kemarau saat ini, 56 persen wilayah Indonesia seharusnya sudah memasuki musim kemarau.

Di antaranya di wilayah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, sebagian wilayah Jawa, Sumatera bagian Selatan, Aceh, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat dan Papua.

Namun, terkait hujan di sebagian wilayah di awal musim kemarau ini, Prakirawan BMKG Gumilang Derandyan mengatakan, perlu diketahui bahwa di Indonesia sendiri terdapat tiga tipe pola hujan.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved