Sabtu, 18 April 2026

Kesehatan Jantung

3 Golongan Darah Ini Berisiko Terkena Penyakit Jantung

Para peneliti menyarankan seseorang untuk mengetahui golongan darahnya dan juga memantau kadar kolesterol dan tekanan darahnya.

Editor: suhendri
freepik
Ilustrasi penyakit jantung 

BANGKAPOS.COM - Golongan darah seseorang dapat memengaruhi risiko penyakit jantung.

Dalam sebuah studi, orang dengan golongan darah A, B, dan AB memiliki risiko terkena penyakit jantung daripada orang dengan golongan darah O.

Penulis senior penelitian ini adalah Lu Qi, asisten profesor di Departemen Nutrisi di Harvard School of Public Health di Boston.

Dia dan rekan-rekannya melaporkan temuan mereka dalam sebuah makalah yang diterbitkan online di salah satu jurnal American Heart Association.

Baca juga: Sebelum Terlambat, Kenali 8 Ciri-Ciri Kanker Payudara

Para peneliti menganalisis data dari dua penelitian besar terhadap orang dewasa setidaknya selama 20 tahun dan menemukan bahwa mereka yang bergolongan darah AB memiliki 23 persen peningkatan risiko penyakit jantung.

Selain itu, mereka yang bertipe B memiliki peningkatan risiko 11 persen dan mereka yang bertipe A memiliki peningkatan risiko 5 persen, dibandingkan dengan orang dengan tipe O.

Para peneliti belum mengetahui alasan golongan darah memengaruhi risiko penyakit jantung, tetapi bukti dari penelitian lain memberikan beberapa petunjuk.

Golongan darah A terkait dengan kadar kolesterol low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol "jahat" penyumbat arteri yang lebih tinggi.

Golongan darah AB terkait dengan peradangan, yang dapat memengaruhi cara kerja pembuluh darah.

Sementara itu, orang dengan golongan darah O memiliki tingkat senyawa tertentu yang memiliki efek menguntungkan pada aliran darah dan pembekuan.

Baca juga: Waspadai 11 Gejala Penyakit Paru-paru

Namun, para peneliti menekankan bahwa hal ini tidak sesederhana yang dibayangkan, sebab golongan darah sangat rumit dan ada banyak faktor yang berperan.

Untuk penelitian ini, tim memeriksa data yang mencakup hampir 90.000 peserta berusia 30 hingga 75 tahun yang diikuti selama 20 tahun lebih dalam dua penelitian besar Amerika yang terkenal, yakni Nurses' Health Study (62.073 wanita) dan Health Professionals Follow- Up Study (27.428 orang dewasa).

Proporsi pria dan wanita dalam penelitian dengan berbagai golongan darah adalah sama, tetapi sebagian besar pesertanya berasal dari etnis Kaukasia sehingga tidak bisa disamakan dengan etnis lain.

Meskipun orang tidak dapat mengubah golongan darah mereka, ada beberapa hal yang dapat mereka lakukan untuk mengurangi risiko penyakit jantung.

Para peneliti menyarankan seseorang untuk mengetahui golongan darahnya dan juga memantau kadar kolesterol dan tekanan darahnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved