Virus Corona di Bangka Belitung
Kisah Farida, Perempuan Setengah Abad Punya Cara Jitu saat Terpapar Covid-19
Tingkat kesembuhan Pasien Covid-19 di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mungkin tak sebanding pada jumlah kasus positif yang
Penulis: Cepi Marlianto |
BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Tingkat kesembuhan Pasien Covid-19 di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mungkin tak sebanding pada jumlah kasus positif yang terjadi, apalagi dalam kurun waktu sepekan terakhir.
Meskipun begitu, peluang pasien untuk sembuh pun bisa dikatakan sangat besar. Bahkan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang per Kamis (15/7/2021) mulai 7.080 kasus konfirmasi, 6.177 orang di antaranya dinyatakan sembuh.
Hal itu juga terjawab dari pengalaman yang dibagikan oleh Farida (50), Penyintas Covid-19 yang baru sembuh empat hari lalu.
Saat ditemui di kediamannya di RT 6 Kelurahan Tamanbunga, Kecamatan Gerunggang, Farida bercerita soal pertama kali mengalami gejala Virus Corona, isolasi mandiri hingga akhirnya dinyatakan sembuh.
"Pertama gejalanya itu hanya demam tinggi dan batuk-batuk," kata dia kepada Bangkapos.com usai dilakukan pengecekan kesehatan oleh Petugas Puskesmas, Jumat (16/7/2021).
Wanita yang telah berumur setengah abad ini mengaku pertama kali terpapar Corona lantaran tertular dari sang suami yang berprofesi sebagai supir pribadi dan dinyatakan positif Covid-19, berdasarkan hasil Tes Polymerase Chain Reaction (PCR).
Pada Tanggal 1 Juli 2021, ia merasakan demam. Demam yang ia rasakan juga tak kunjung turun pada Tanggal 2 Juli dan ia memutuskan untuk memanggil petugas kesehatan untuk dilakukan tes usap.
"Hari itu saya dilakukan tes swab. Hasilnya positif Covid-19 dan saya diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah bersama suami," kenang Farida.
Sejak saat itu, Farida dan suami mulai mengurung diri serta tak berinteraksi dengan siapapun lantaran usai dinyatakan terpapar Virus Corona anak-anaknya langsung diungsikan di rumah kerabat sebab hasil tesnya negatif.
"Untuk anak-anak diungsikan di rumah keluarga," sebut dia.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makanan selama isoman, Farida bersama suami hanya menunggu kiriman dari pihak keluarga, kerabat hingga tetangga.
Makanan yang diantarkan juga hanya diantarkan di depan pintu. Dia pun mencuci peralatan makan sendiri.
Begitupun obat-obatan yang telah diresepkan oleh petugas Puskesmas rajin ia minum.
Selain itu, Warga Pangkalpinang ini juga rajin mengkonsumsi vitamin.
"Dianjurkan untuk rajin makan, apa saja yang harus dikonsumsi, dan rajin istirahat," kata Farida.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210716-farida-50-penyintas-covid-19.jpg)