Horizzon

Potret Pedagang Kecil Menjerit (:PPKM)

Semua harta Hengky bahkan masa depannya sudah diletakkan di warung kopi yang beroperasi sejak sebulan lalu

Editor: suhendri
Bangka Pos
IBNU TAUFIK Jr / Pemred BANGKA POS GROUP 

Hengky tahu, sekuat apa pun dia melawan, maka dia akan kalah. Regulasi bertajuk maklumat (:pengumuman) yang di dalamnya mengutip adagium Salus Populi Suprema Lex Esto adalah narasi umum yang tengah 'berkuasa' saat ini.

Hengky tidak sendiri. Banyak pedagang kecil seperti dirinya yang tengah bangkit dari keterpurukan menjadi korban dari kebijakan era pandemi. Hengky bahkan tak diberi ruang untuk berargumen soal substansi.

Hengky berpikir, bukankah yang substansi itu soal menjaga jarak bukan soal warung kopi buka atau tutup. Ia berpikir kenapa kebijakan yang diambil adalah melarang operasional, bukankah menata dan memastikan operasional dengan protokol kesehatan jauh lebih bermartabat.

Ia juga bertanya, apakah kebijakan ini juga berlaku untuk tempat-tempat lain yang segmentasinya lebih elitis? Hengky tahu ada beberapa rumah musik yang tetap beroperasi hingga pagi meski dari luar yang tampak adalah pintu kafe yang tutup.

Dalam situasi ini, Hengky dan ratusan bahkan mungkin ribuan pedagang kecil lainnya hanya bisa menjerit. Mereka tahu tak punya daya tawar sebagaimana kafe-kafe besar yang punya bargaining dan bisa tetap beroperasi meski seolah tutup.

Hengky hanya tahu bahwa membuka warung kopinya adalah ikhtiar besar untuk bertahan hidup sekaligus memastikan masa depannya. (*)

Sumber: bangkapos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved