Minggu, 3 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Anggaran PON Terancam Dipangkas Jadi Rp7 Miliar, KONI Babel Bingung, Bakuda Sebut Lagi Defisit

Uang yang sedianya dialokasikan Rp12,5 miliar untuk 80 atlet Bangka Belitung, akan berkurang menjadi Rp7 miliar.

Tayang:
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: khamelia
Kompas.com/ Totok Wijayanto
Ilustrasi uang: Anggaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Papua terancam dipangkas. Uang yang sedianya dialokasikan Rp12,5 miliar untuk 80 atlet Bangka Belitung, akan berkurang menjadi Rp7 miliar. 

"Sudah dijadwalkan kemarin bertemu gubernur, tetapi karena jadwal beliau padat jadi belum bisa bertemu. Kami mengajukan lagi surat audiensi untuk bertemu, kami meminta arahan pak gubernur, bagusnya seperti apa," kata Elfandi.

Ditambahkannya, saat ini mereka masih berpikiran positif bahwa akan ada titik terang mengatasi kondisi ini.

"Memang ada skema yang ditawarkan, misalnya meminta bantuan pihak swasta tetapi jumlah bantuan tidak pasti, tidak berani jadi pegangan, ini membingungkan," kata Elfandi.

Bakuda Babel: Sekarang Defisit, Disbudparpora Babel Siap Dampingi Temui Gubernur

Disinggung terkait sisa dana kisaran Rp5,5 miliar dari hasil pemangkasan Rp12,5 miliar itu, Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Pemprov Babel, Fery Afriyanto mengatakan keuangan daerah sedang mengalami defisit.

"Terkait hibah KONI untuk PON mungkin bisa konfirmasi ke Disbudparpora, sebagai pengguna anggaran," kata Fery saat dihubungi bangkapos.com.

Pencairan dana hibah itu, disebutkannya setelah Disbudparpora Babel mengajukan Surat Perintah Membayar (SPM)

"Kalau SPM sudah diajukan dari Disbudparpora, bakuda akan segera memproses SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) nya," kata Fery.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Suharto memberikan tanggapan perihal pemangkasan dana tersebut.

"Kita harus memaklumi semuanya, itu anggaran hanya itu, mengingat Covid-19, dana-dana pusat refocusing, ini keputusan pimpinan, kita harus menghargai, saya hanya menyampaikan kepada KONI, pemrov hanya bisa bantu Rp7 miliar," kata Suharto.

Mengenai kekurangan dana itu, Dia menyarankan KONI Babel untuk melakukan audiensi kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman.

"Silahkan dipaparkan, sehingga pak gubernur akan membantu mencari solusi, seharusnya KONI segera beraudiensi, saya dampingi untuk bertemu pak gubernur," kata Suharto.

Dia meyakini, dana yang kurang tersebut bisa saja dibantu oleh dana-dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility atau CSR).

"Teman-teman akan membantu nanti, kita dampingi saat audiensi nanti, segeralah diurus dulu, dana (Rp7 miliar) itu untuk pencairan, yang kurang dibahas saat audiensi," kata Suharto.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita 

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved