Breaking News:

Bagian Sensitif Perempuan Membesar Usai Suntik Vaksin Covid-19 Buatan Pfizer, Ahli Ungkap Hal Ini

Vaksin buatan Pfizer adalah salah satu dari dua vaksinasi yang saat ini diluncurkan di seluruh Australia dalam perang melawan Covid-19.

Editor: Evan Saputra
DW
Perusahaan farmasi Pfizer dan BioNTech mengklaim kandidat vaksin covid 19 yang mereka uji 90 persen efektif bisa melawan virus corona. 

BANGKAPOS.COM - Makin banyak perempuan di dunia yang berbagi keterkejutan mereka saat mengetahui bagian sensitif mereka "membesar" setelah suntikan vaksin Covid-19. Sementara para ahli menjelaskan mengapa hal itu terjadi.

Wanita yang menjalani vaksinasi Covid-19 menggunakan vaksin Pfizer melaporkan efek samping yang tidak terduga, dimana mengklaim sensitif mereka tumbuh lebih besar setelah vaksinasi.

Vaksin buatan Pfizer adalah salah satu dari dua vaksinasi yang saat ini diluncurkan di seluruh Australia dalam perang melawan Covid-19.

Efek samping yang umum dari vaksin Covid-19 termasuk rasa sakit di tempat suntikan, sakit kepala, kelelahan, atau merasakan gejala seperti flu.

Seperti dilansir News.com.au, makin banyak wanita yang menyadari payudara mereka "membesar" setelah menerima suntikan vaksin Covid-19, yang disebut sebagai "Pembesaran Payudara ala Vaksin Pfizer".

Menurut Departemen Kesehatan Australia, kelenjar getah bening yang meradang adalah efek samping yang kurang umum dari vaksinasi.

Di Amerika Serikat, di mana peluncuran vaksinasi lebih maju dari Australia, jajaran dokter melaporkan pertambahan perempuan bikin janji untuk mammogram setelah beberapa waktu menjalani suntikan vaksin Covid-19.

Dr. Laura Esserman, direktur Pusat Perawatan Payudara Universitas California San Francisco, mengatakan, sebagian perempuan khawatir atas kemungkinan pembengkakan kelenjar getah bening, yang merupakan salah satu pertanda kanker, setelah mereka menjalani vaksinasi Covid-19.

"Saya yakin ratusan ribu perempuan pasti akan terkena dampak ini," kata Dr Esserman kepada ABC7 Chicago.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh Radiological Society of North America baru-baru ini menyimpulkan limfadenopati yang diinduksi vaksin adalah efek samping yang penting bagi dokter, pasien, dan peneliti kanker untuk diwaspadai karena dapat mengakibatkan diagnosis kanker yang salah.

Halaman
123
Sumber: Kompas TV
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved