Belum Selesai Varian Delta, Kini Muncul Varian Delta Plus yang Juga Berbahaya dan Ini Gejalanya
Hanya saja, belum selesai dengan varian Delta, muncul varian baru yang bermutasi yakni Delta Plus.
BANGKAPOS.COM - Angka terinfeksi virus Corona di Indonesia masih tinggi.
Selain itu jumlah kematian karena Covid-19 juga belum menunjukkan tren menurun.
Penyebab utama melonjaknya kasus Corona adalah varian Delta yang lebih cepat menular.
Hanya saja, belum selesai dengan varian Delta, muncul varian baru yang bermutasi yakni Delta Plus.
Varian Delta Plus mulai menyebar di Turki, Israel, dan negara-negara lainnya di dunia.
Asosiasi Spesialis Penyakit Menular dari Pusat Kesehatan Anadolu, Dr Elif Hakko mengatakan, dua dosis vaksin bisa melindungi diri dari mutasi, tetapi dua dosis vaksinasi belum cukup untuk kekebalan kelompok.
"Kita harus hati-hati dalam proses normalisasi ini," tambahnya.
Lantas apa saja yang diketahui tenang varian Delta plus?
Dilansir raillynews.com, ini 10 pertanyaan yang sering ditanyakan tentang varian Delta dan Delta plus.
1. Apa itu Varian Delta?
Varian Delta COVID-19 pertama kali ditemui di India.
Organisasi Kesehatan Dunia memperingatkan bahwa mutasi Delta menyebar jauh lebih cepat daripada COVID-19 asli.
2. Apa itu varian Delta plus?
Varian Delta Plus merupakan re-mutasi dari varian Delta dari India yang ditemukan di negara-negara luar India.
Varian Delta Plus pertama kali terlihat di Afrika Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210702-virus-corona-ilustrasi.jpg)