Breaking News:

Virus Corona

Dokter Faheem Younus Ungkap Penelitian pada Vaksin Pfizer dan vaksin Sinovac, Ini yang Lebih Kuat

Dokter Faheem Younus Ungkap Penelitian pada Vaksin Pfizer dan vaksin Sinovac, Ini yang Lebih Kuat

Penulis: Teddy Malaka (CC) | Editor: Teddy Malaka
BBC News & Michigan Radio
ilustrasi vaksinasi Covid-19 

BANGKAPOS.COM - Dokter Faheem Younus, MD, mengungkap perbandingan efektivitas vaksin Pfizer dan vaksin Sinovac. Ternyata vaksin buatan China lebih lemah 10 kali lipat.

Melalui akun Twitter, @FaheemYounus, membagikan jurnal hasil penelitian yang diterbitkan di www.thelancet.com.

Menurut Faheem Younus, dalam penelitian itu disebut Pfizer menghasilkan tingkat antibodi 10 kali lebih tinggi. "Itu mungkin lebih efektif juga," tulis @FaheemYounus.

Namun, penelitian ini memiliki jumlah yang kecil dan tidak mengukur imunitas sel T

Situs thelancet.com melansir jurnal berjudul "Comparative immunogenicity of mRNA and inactivated vaccines against COVID-19".

Penelitian itu mengungkapkan Imunogenisitas komparatif mRNA dan vaksin tidak aktif terhadap COVID-19.

Dalam laporan itu peneliti mengungkapkan komparatif tentang imunogenisitas vaksin SARS-CoV-2 pada petugas kesehatan di Hong Kong yang menerima vaksin BNT162b2 (Comirnaty; Fosun–BioNTech) atau vaksin virus yang tidak aktif (sel vero) (Coronavac; Sinovac).

"Kami mengumpulkan sampel darah sebelum vaksinasi, sebelum dosis kedua, dan 21-35 hari setelah dosis kedua.

Kami menguji sampel antibodi terhadap SARS-CoV-2 menggunakan ELISA untuk mendeteksi antibodi yang mengikat domain pengikatan reseptor protein lonjakan, menguji sampel ELISA-positif untuk menetralkan antibodi dengan uji penetralisir virus pengganti (sVNT), dan kemudian tes netralisasi pengurangan plak (PRNT) dengan virus SARS-CoV-2 hidup.1, 2

Kami mendaftarkan kohort 1442 pekerja perawatan kesehatan dari rumah sakit umum dan swasta dan klinik medis di Hong Kong dan mengatur pengumpulan sampel darah longitudinal setelah mendapatkan persetujuan.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved