Berita Pangkalpinang
Kisah Petugas PSC 119 Bangka Belitung, Ani Ditelepon Warga yang Menangis Gegara Putus Cinta
Yang paling aneh itu saat menerima panggilan telepon dari warga yang nangis‑nangis sambil curhat karena putus cinta. Ini yang bikin kami bingung
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: khamelia
*Kisah Suka Duka Petugas PSC 119 Bangka Belitung
Ani Ditelepon Warga yang Menangis Gegara Putus Cinta
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- BERBAGAI pengalaman dialami petugas Public Safety Centre (PSC) 119 Bangka belitung saat bertugas menangani Covid‑19. Banyak hal yang menarik hingga mengundang rasa empati. Tak sedikit dari mereka juga harus berjuang lebih dari biasanya sebagai bentuk tanggung jawab atas profesi yang dijalankan.
Tapi ada juga kisah lucu, aneh sekaligus bikin mereka jengkel. Bahkan petugas PSC 119 terkadang harus mengelus dada dan berusaha memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait tugas dan fungsi dari layanan PSC 119 yang dikhususkan untuk layanan kedaruratan bagi masyarakat ter.
Pasalnya, layanan praktis untuk layanan kegawatdaruratan ini sering disalahartikan oleh masyarakat yang menghubunginya.
Bukan sekali atau dua kali, PSC 119 milik Pemerintah Provinsi Bangka Belitung ini menerima panggilan yang tak sesuai fungsi kerja atau bisa dikata nyeleneh.
"Sering kita dapat panggilan dari masyarakat yang tidak semestinya misalnya ada yang kehilangan ponsel, lupa kode sandi dan yang lainnya,” kata Ani Perawati, petugas sekaligus perawat yang bertugas di PSC 119 kepada Bangka Pos, Kamis (29/7)
Yang bikin kesal, tertawa sekaligus heran bagi Ani adalah ketika menerima keluhan warga yang tengah putus cinta.
“Yang paling aneh itu saat menerima panggilan telepon dari warga yang nangis‑nangis sambil curhat karena putus cinta. Ini yang kadang membuat kami bingung,” ungkap Ani.
Heran bercampur bingung, diakui dirinya dan rekan‑rekan PSC 119 lainnya, secara tidak langsung mereka menyesalkan hal tersebut.
Pasalnya, saat telepon berdering, mereka sudah harus siap siaga untuk meluncur ke lokasi.
"Bahkan kadang‑kadang masyarakat ngomong meracau, seperti diprank juga. Kami hanya khawatir takutnya kalau ada panggilan palsu ya, misalnya takut ada masyarakat yang bilang ada kejadian darurat, ketika kita datang tidak ada,” imbuh Ani.
Namun Ani dan kawan kawan di PSC 119 bersyukur hingga saat ini belum ada panggilan palsu. Panggilan palsu itulah yang ia khawatirkan. “Alhamdulillah sampai saat ini belum ada, semoga saja tidak ada yang sampai seperti itu," katanya.
Tak banyak yang bisa diperbuat, saat menerima panggilan itu, petugas tetap melayani dan berusaha menyampaikan fungsi PSC 119, untuk kondisi darurat seperti kecelakaan dan pasien yang mengalami serangan jantung.
Bahkan baru‑baru ini, mereka sedang fokuskan melayani pasien Covid‑19 bergejala yang sedang isolasi mandiri (Isoman) di rumah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210729-personil-psc-119-provinsi-bangka-belitung.jpg)