Pengantin Pria Ini Menangis Usai Akad, Si Wanita Malah Cengengesan, Alasannya Banyak Mengira Tertipu
Pengantin Pria Ini Menangis Usai Akad, Si Wanita Malah Cengengesan, Alasannya Banyak Mengira Tertipu
Pengantin Pria Ini Menangis Usai Akad, Si Wanita Malah Cengengesan, Alasannya Banyak Mengira Tertipu
BANGKAPOS.COM -- Belum lama ini, sebuah video yang direkam di acara akad pernikahan sepasang pengantin menjadi viral di media sosial ( medsos ).
Sama dengan pernikahan pada umumnya, acara akad sepasang kekasih dalam video viral itu juga diwarnai tangis haru.
Namun, yang membuat video viral akad pernikahan itu geger adalah tangisan dari seorang mempelai pria yang dirasa tak wajar.
Pasalnya, sang pengantin pria dalam video viral yang direkam di acara akad pernikahan dirinya itu ia terekam kamera sedang menangis sampai tersedu-sedu.
Berbeda dengan di mempelai pria, si pengantin wanita justru tampak tersenyum-senyum melihat suaminya.
• 11 Tahun Terhalang Berat Badan, Pasangan Obesitas Ini Akhirnya Bisa Bercinta di Tahun ke-12
Lantas ada apakah gerangan?
Dilansir Sosok.ID ( grup Tribun-Medan.com) dari video yang diunggah akun Instagram @tante_rempong_offficial, Senin (5/4/2021), pasangan pengantin ini rupanya baru sebulan saling mengenal sebelum memutuskan untuk menikah.
Hal itu tertulis dalam keterangan yang tertera di video.
"Jadi ceritanya itu, mereka baru kenal dari Facebook kurang lebih satu bulan," tulis keterangan dalam video.
Tak disangka, setelah mengucap akad sang mempelai pria langsung menangis tersedu-sedu.
Berbanding terbalik dengan si mempelai pria yang menangis tersedu-sedu, si pengantin wanita malah terlihat bahagia.
Senyum lebar bahkan mengembang di wajahnya.

"Dan memutuskan buat nikah, tapi setelah akad nikah, si cowo nangis mulu dan nggak berhenti sampai acara selesai
"Malah yang cewek biasa aja," demikian tulis keterangan di video.
Baca juga: Carina Joe, Sosok Ilmuwan Wanita Indonesia yang Jadi Salah Satu Pemilik Hak Paten Vaksin AstraZeneca
Baca juga: China Peringatkan Carrier Strike Group Inggris, Kapal Induk dan Perang Mendekati Laut China Selatan