Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Sepeda PGK Berdesain S (Senyum) Dibanderol Rp6 Jutaan, Agustus Ini Beredar di Pasaran

Sepeda lipat PGK (Pangkalpinang Gowes biKe) hasil desain Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil, akan meluncur ke pasaran pada pertengahan Agustus 2021

Penulis: Magang1 | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) menunjukkan desain sepeda PGK beberapa waktu lalu 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sepeda lipat PGK (Pangkalpinang Gowes biKe) hasil desain Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil, akan meluncur ke pasaran pada pertengahan Agustus 2021. Sejauh ini, sepeda berbentuk menyerupai huruf 'S' tersebut masih dalam proses produksi massal sebanyak 1.000 unit.

"Ternyata membuat sepeda ini bukan gampang, apalagi bentuknya huruf 'S' berliku‑liku. Kita sempat menawarkan ke beberapa pihak, akhirnya kita ketemu teman di Jakarta yang punya perusahaan besar dan memang produknya juga sepeda," kata Molen, sapaan akrab Maulan Aklil.

Baca juga: Dalam Sebulan, 336 Orang di Bangka Belitung Meninggal Dunia Karena Covid-19

Hal itu ia sampaikan dalam acara live streaming inTeam curhat bersama Bang Kapos yang dipandu Pemimpin Redaksi Bangka Pos, Ibnu Taufik Juwariyanto, Sabtu (31/7) pagi.

Dirinya ngotot memproduksi massal sepeda lipat ini lantaran untuk memperkenalkan Pangkalpinang ke kancah nasional bahkan internasional. Bahkan, Molen mengklaim, sepeda yang didesain seperti huruf 'S' tersebut hanya satu‑satunya di Indonesia dan merupakan produk lokal yang wajib dibanggakan.

"Tidak ada se‑Indonesia yang produk sepedanya berbentuk huruf 'S'. Jadi, yang pakai sepeda ini wajib senyum," ujarnya sembari tertawa.

Menurut Molen, saat ini sepeda lipat PGK menjadi daya ungkit agar Pangkalpinang dapat dikenal masyarakat luas.

"Saya pernah belajar di Palembang, Sumatera Selatan bagaimana leverage (daya ungkit‑red) mereka sport tourism, seperti Asean Games hingga Pekan Olahraga Nasional. Kalau kita ini tourism bisa seperti brand seperti PGK," tuturnya.

Molen menyebut hal tersebut dia lakukan untuk mengubah pola pikir masyarakat karena seorang pemimpin harus berani mengambil risiko. "Walaupun dengan segala pro dan kontranya, namanya perubahan pasti dapat musuh," ucapnya.

"Kalau saya yang diubah mindset, budaya, sarana, dan prasarana. Orang yang paling sial adalah orang tak mau ambil risiko, risiko itu perubahan. Pemimpin itu bukan kekuasaan tetapi perubahan," lanjut Molen.

Harga sepeda lipat PGK dibanderol Rp6 jutaan per unit dan nantinya bisa dibeli di toko‑toko sepeda yang ada di Pangkalpinang. Sepeda tersebut bisa dibeli secara daring bahkan bisa kredit.

"Untuk sepeda seperti ini kita murah meriah saja, tidak usah mahal yang penting branding untuk Pangkalpinang," kata Molen.

Lebih lanjut, bapak dengan enam orang anak ini menegaskan, pembuatan massal sepeda lipat PGK tak sedikitpun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pangkalpinang.

"Ini tidak pakai APBD. Tolong diingat, kita murni pakai pihak ketiga seperti pengusaha," ujarnya. (mg1)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved