Senin, 25 Mei 2026

Horizzon

Angka dan Ketakutan yang Membekukan Logika

Angka-angka statistik tersebut seakan menghipnotis kita semua bahwa Covid-19 adalah sesuatu yang harus mendapat prioritas

Tayang:
Editor: suhendri
Bangka Pos
IBNU TAUFIK Jr / Pemred BANGKA POS GROUP 

SEPERTI biasa, setiap malam meja redaksi selalu menerima data perkembangan kasus Covid-19 harian, baik itu perkembangan kasus secara nasional, provinsi, maupun detail di kabupaten/kota di Provinsi Bangka Belitung.

Kebiasaan ini sudah berlangsung cukup lama, hingga lantaran terlalu sering dan rutin, detail angka dalam laporan tersebut tak lagi menjadi perhatian khusus.

Sebagai media, tugas media adalah menyampaikan fakta (:berita) yang dibutuhkan publik. Informasi terkait perkembangan kasus covid-19 harian adalah satu di antara sekian banyak berita yang harus disajikan.

Sekali lagi, data harian itu menjadi rutinitas belaka. Soal angka-angka yang ada di dalamnya, tak lagi menjadi sesuatu yang menjadi pusat perhatian. Barangkali kondisi ini sama dengan apa yang dirasakan masyarakat. Mereka sudah malas untuk melihat angka-angka yang disajikan oleh media.

Namun tak salah jika kali ini, kita coba ingatkan tentang angka-angka yang ada di dalamnya. Data yang diterima menunjukkan, tanggal 8 Agustus 2021, kasus baru Covid-19 secara nasional tercatat ada 26.415 kasus. Sementara itu kasus yang dinyatakan sembuh terdata sebanyak 48.508 kasus.

Dalam data nasional, kita juga tahu bahwa pada 8 Agustus, tercatat ada 1.498 orang yang dinyatakan meninggal dunia dan dikaitkan dengan Covid-19. Lebih ekstrem lagi, data tersebut mengatakan bahwa per 8 Agustus 2021 ada 1.498 kematian yang disebabkan oleh Covid-19.

Satu lagi informasi yang dijelaskan dalam data milik Kementerian Kesehatan tersebut adalah jumlah spesimen atau sampel yang tercatat sejumlah 166.764 spesimen yang dilakukan pengetesan.

Setiap hari, kita juga menerima perkembangan kasus Covid-19 secara lokal. Kita bisa tahu bagaimana peta kasus ini per kabupaten, berapa jumlah penambahan kasus, berapa yang sembuh termasuk berapa orang yang meninggal dan disebut sebagai akibat dari Covid-19. Barangkali yang perlu kita garis bawahi dari data per 8 Agustus 2021 adalah jumlah kematian di seluruh Bangka Belitung yang tercatat 30 kematian.

Kita harus akui, terkait dengan Covid-19 ini kita sepertinya benar-benar sibuk dengan data statistik. Bahkan jika tidak berlebihan menilai, selama ini kita lebih sibuk membuat angka statistik dibanding menyelesaikan pandemi ini.

Angka-angka statistik tersebut seakan menghipnotis kita semua bahwa Covid-19 adalah sesuatu yang harus mendapat prioritas. Langkah memproduksi angka-angka tersebut seakan merampas nalar berpikir kita. Angka-angka tersebut membuat kita menjadi canggung untuk bertanya tentang hal-hal yang sesungguhnya elementar dan substantif terkait dengan Covid-19.

Secara sadar, kita tahu bahwa kasus Covid-19 didominasi oleh orang yang tidak memunculkan gejala atau gejala sangat ringan. Sementara itu, kasus-kasus kematian yang muncul hampir pasti diikuti dengan komorbid dan atau usia renta.

Namun karena doktrin angka-angka yang diproduksi setiap hari, kita seperti tak punya ruang untuk bertanya, lalu sebenarnya penyebab kematian mereka itu apa? Meski kita juga tahu, setiap kasus kematian yang muncul tidak pernah dilakukan autopsi.

Dan lagi-lagi, itu dilakukan karena klaim bahwa Covid-19 yang sangat berbahaya, mudah menular sekaligus mematikan. Lagi-lagi, kita semua didoktrin dan dipaksa menerima kebenaran dari satu sudut pandang saja.

Pernahkah kita juga punya keleluasaan untuk bertanya di forum ilmiah tentang penuhnya rumah sakit belakangan ini yang tak bisa dimungkiri bersamaan dengan masifnya vaksinasi?

Pernahkah kita membuat sebuah hipotesis sederhana bahwa banyaknya orang memenuhi rumah sakit disebabkan karena makin banyak orang yang divaksin? Pertanyaan ilmiah ini tentu harus dijawab secara ilmiah, dibuktikan, dikaji, dan diteliti dengan serius.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved