Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Dindik Kota Pangkalpinang Cari Cara Sekolah Bisa Belajar Tatap Muka Meski Status Masih PPKM

Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang sedang berupaya agar sekolah di Pangkalpinang, dapat melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang Eddy Supriadi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang sedang berupaya agar sekolah di Pangkalpinang, dapat melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang Eddy Supriadi mengatakan, hal ini merupakan upaya untuk mencarikan solusi yang terbaik dalam dunia pendidikan dalam menghadapi PPKM Level 3.

"Kalau PTM kita ingin melihat secara langsung perkembangan peserta didik itu, ini baru keinginan kita untuk melaksanakan PTM lagi kita wacanakan dulu nanti baru akan dapat respon dari masyarakat. Nanti juga akan kita buatkan formulanya seperti apa," ungkap Eddy kepada Bangkapos.com, Senin (9/8/2021).

Kata Eddy, nanti juga tentu akan berdasarkan persetujuan orangtua, jika tidak setuju anaknya bisa melanjutkan pembelajaran daring, namun jika setuju bisa dilaksanakan PTM terbatas sambil melihat update perkembangan zona per-RT dari Dinas Kesehatan.

"Misal RT di SMPN 1 minggu ini hijau bisa laksanakan PTM, minggu depan tiba-tiba merah kita setopkan dulu karena updatenyakan per minggu kita akan mengikuti itu tidak masalah, ini ikhtiar kita dari pada tidak sama sekali, mendingan kita lakukan tapi dengan batasan-batasan," tegas Eddy.

Baca juga: Ini Isi Hujatan Kartika Damayanti yang Hina Ayu Ting Ting dan Bilqis, Bikin Umi Kalsum Murka

Baca juga: Hari Ini Terakhir, PPKM Darurat Diperpanjang Mulai 10 Agustus? Menko Luhut Pandjaitan Ungkap Hal Ini

Baca juga: Bukan Sekadar Hujat Ayu Ting Ting, Kartika Damayanti Jadi Admin Haters yang Punya 47 Ribu Followers

Dikatakan Eddy, dari Kemendikbud sudah memberikan keleluasaan bagi masing-masing daerah dengan melihat kondisi terkini masing-masing untuk menggelar PTM.

"Nanti akan kita buatkan semacam Satgas Covid-19 di setiap sekolah itu agar benar-benar terpantau perkembangannya itu," sebutnya.

Eddy menegaskan, dengan sekolah peserta didik dapat membangun sikap, membangun mental yang tidak bisa dibangun kalau hanya belajar daring di rumah.

"Kalau anak di rumah kesetaraaan sosialnya akan berbeda akan ada anak yang secara tekhnology memenuhi, ada yang tidak terpenuhi, ada yang orangtuanya pinter enak ngajarin belajar ada yang orangtuanya tidak bisa mengajari. Tapi kalau di sekolah semuanya sama minimal tidak ada perbedaan itu," jelasnya.

Menurutnya, pembangunan pendidikan atau investasi pendidikan saat ini adalah hal yang sangat penting dilakukan sebab akan berdampak pada pembangunan masa depan.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved