Rabu, 15 April 2026

Rentang Waktu Vaksin Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer. Risiko Tak 2 Kali Vaksin

Meskipun terlambat namun tetap dilakukan karena vaksinasi Covid-19 harus disuntik dosis dua kali.

Editor: Alza Munzi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi. Suntik vaksin Covid-19. Terungkap fakta dan data bahwa orang yang sudah mendapatkan suntik vaksin Covid-19 dosis lengkap akan terhindari dari kena Covid-19 gejala berat. Angka kematian untuk golongan ini juga rendah. 

Seperti baru saja terpapar COVID-19, sedang dalam kondisi yang tidak sehat.

Bisa juga ketersediaan vaksin belum ada, sampai berhalangan hadir akibat ada urusan atau lupa.

Lantas, apa yang harus dilakukan bila terlambat mendapatkan vaksin COVID-19 kedua?

Simak ulasan selengkapnya di sini.

Jadwalkan Dosis Kedua Secepatnya

Menurut dokter perawatan kritis dan paru, Joseph Khabbaza, MD, orang yang terlambat mendapatkan vaksin COVID-19 kedua sebaiknya menjadwalkan ulang vaksinasi mereka untuk mendapatkan dosis kedua sesegera mungkin.

Tidak peduli seberapa lama keterlambatannya, kamu baru dianggap sudah vaksinasi COVID-19 penuh apabila sudah disuntik dua dosis. 

Perlu diketahui, jarak waktu pemberian vaksin COVID-19 antara dosis pertama dengan dosis kedua berbeda-beda, tergantung jenisnya:

Sinovac: 2–4 minggu

Sinopharm: 3–4 minggu

AstraZeneca: 8–12 minggu

Moderna: 3–6 minggu

Pfizer: 3 minggu

Namun, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengungkapkan bahwa keterlambatan hingga 42 hari antara dua dosis masih diperbolehkan ketika tingkat urgensinya lebih penting.

Dilansir dari Oxford University, ternyata dosis kedua yang tertunda justru berpotensi meningkatkan respons imun tubuh.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved