Rentang Waktu Vaksin Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer. Risiko Tak 2 Kali Vaksin
Meskipun terlambat namun tetap dilakukan karena vaksinasi Covid-19 harus disuntik dosis dua kali.
Seperti baru saja terpapar COVID-19, sedang dalam kondisi yang tidak sehat.
Bisa juga ketersediaan vaksin belum ada, sampai berhalangan hadir akibat ada urusan atau lupa.
Lantas, apa yang harus dilakukan bila terlambat mendapatkan vaksin COVID-19 kedua?
Simak ulasan selengkapnya di sini.
Jadwalkan Dosis Kedua Secepatnya
Menurut dokter perawatan kritis dan paru, Joseph Khabbaza, MD, orang yang terlambat mendapatkan vaksin COVID-19 kedua sebaiknya menjadwalkan ulang vaksinasi mereka untuk mendapatkan dosis kedua sesegera mungkin.
Tidak peduli seberapa lama keterlambatannya, kamu baru dianggap sudah vaksinasi COVID-19 penuh apabila sudah disuntik dua dosis.
Perlu diketahui, jarak waktu pemberian vaksin COVID-19 antara dosis pertama dengan dosis kedua berbeda-beda, tergantung jenisnya:
Sinovac: 2–4 minggu
Sinopharm: 3–4 minggu
AstraZeneca: 8–12 minggu
Moderna: 3–6 minggu
Pfizer: 3 minggu
Namun, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengungkapkan bahwa keterlambatan hingga 42 hari antara dua dosis masih diperbolehkan ketika tingkat urgensinya lebih penting.
Dilansir dari Oxford University, ternyata dosis kedua yang tertunda justru berpotensi meningkatkan respons imun tubuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210812-suntik-vaksin-covid-19.jpg)