Sudah Tahukah Beda Gejala Serangan Jantung dan Stroke?
Serangan jantung dan stroke sama-sama merupakan keadaan darurat medis yang mengancam jiwa
Wanita lebih mungkin untuk mengalami:
* Kelemahan mendadak
* Sesak napas
* Pegal-pegal
* Masalah tidur
* Perasaan tidak sehat secara keseluruhan
* Mual, muntah, dan gangguan pencernaan
* Sakit rahang
Jika memiliki gejala-gejala ini, seseorang wanita sangat dianjurkan untuk menemui dokter segera.
2. Gejala stroke
Gejala stroke tergantung pada bagian otak yang mengalami kerusakan.
Kerusakan dapat memengaruhi sejumlah fungsi, termasuk memori, bicara, dan kontrol otot.
Gejala stroke yang umum terjadi meliputi:
* Mati rasa tiba-tiba atau kelemahan di wajah, lengan, atau kaki, biasanya di satu sisi tubuh
* Kebingungan atau kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan
* Kesulitan berjalan tiba-tiba, pusing, atau kehilangan keseimbangan atau koordinasi
* Kesulitan melihat pada satu atau kedua mata
* Sakit kepala parah yang tiba-tiba, yang mungkin juga termasuk muntah, pusing, atau kesadaran yang berubah
American Stroke Association menyarankan siapa saja yang mendapati tanda-tanda stroke berikut untuk bisa pergi ke unit gawat darurat:
* Salah satu sisi wajah terasa turun ke bawah atau melorot
* Saat mengangkat kedua tangan, salah satu lengan terkulai lemah atau mati rasa
* Ucapan tidak jelas, seperti cadel atau sengau maupun kesulitan berbicara
Perawatan tepat waktu dapat menyelamatkan nyawa atau mengurangi risiko komplikasi setelah stroke.
Faktor risiko serangan jantung dan stroke
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena serangan jantung atau stroke.
Berikut ini beberapa faktor risiko serangan jantung dan stroke yang tak bisa dikendalikan:
* Usia
* Riwayat keluarga stroke atau serangan jantung
* Ras atau etnis tertentu
* Jenis kelamin
* Kondisi yang membuat darah “lengket”, seperti penyakit anemia sel sabit
Orang yang pernah mengalami stroke, mini-stroke, atau serangan jantung memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya lagi di kemudian hari.
Sedangkan berikut ini adalah faktor-faktor risiko serangan jantung dan stroke yang masih mungkin dapat dikendalikan:
* Merokok
* Tekanan darah tinggi
* Kadar kolesterol tinggi dan trigliserida tinggi
* Kelebihan berat badan dan obesitas
* Diabetes
* Pola makan yang buruk
* Kurangnya aktivitas fisik
* Minum alkohol terlalu banyak
* Stres
Sementara itu, seseorang secara khusus dianggap memiliki risiko lebih besar untuk mengalami serangan jantung jika dalam kondisi ini:
* Sebagai laki-laki
* Sudah pernah terkena serangan jantung
* Memiliki diagnosis penyakit jantung, seperti cacat jantung bawaan
Sementara itu, orang dengan risiko stroke yang lebih tinggi termasuk mereka yang:
* Pernah mengalami stroke sebelumnya, termasuk serangan siskemik atau stroke ringan
* Telah menggunakan atau sedang menggunakan obat-obatan seperti kokain, ekstasi, amfetamin, atau heroin
* Telah menggunakan pil KB
* Menderita sleep apnea
* Memiliki masalah arteri yang dapat memengaruhi otak, seperti penyakit arteri karotis. (Kompas.com/Irawan Sapto Adhi)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Beda Gejala Serangan Jantung dan Stroke, Jangan Keliru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/freepik-ilustrasi-serangan-jantung_sakit_dada.jpg)