Virus Corona di Bangka Belitung
Varian Delta Telah Menyebar di Belitung, Kenali 10 Ciri Orang Terinfeksi Corona Varian Delta
Sebaran kasus mutasi virus SARS-CoV-2 varian Delta B1617.2 telah teridentifikasi di wilayah Tanjungpandan dan Sijuk Kabupaten Belitung
Penulis: Riki Pratama | Editor: khamelia
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebaran kasus mutasi virus SARS-CoV-2 varian Delta B1617.2 telah teridentifikasi di wilayah Tanjungpandan dan Sijuk Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung.
Temuan itu, berdasarkan hasil pemeriksaan sampel pasien RSUD Marsidi Judono pada GSI Laboratorium, terdeteksi Covi-19 dengan varian delta.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, mengatakan, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung telah mengambil sejumlah kebijakan untuk dapat mengatasinya.
"Varian delta sudah masuk di Belitung di Tanjungpandan dan Sijuk, yang kita lakukan pertama dilakukan mendorong isolasi terpadu (isoter) dilakukan, harus ada tindakan penjemputan untuk ditempatkan di isoter," jelas Gubernur Erzaldi Rosman diwawancarai Bangkapos.com, di sela aktivitasnya, Kamis, (19/8/2021).
Selain itu, Erzaldi mengatakan kebijakan lainya yang dilakukan dengan perbanyak vaksinasi untuk masyarakat Belitung dalam upaya mempercepat herd immunity atau kekebalan kelompok.
"Kita berupaya bersama TNI/Polri melakukan penebalan di kabupaten Belitung agar mobilisasi masyarakat tidak banyak," lanjutnya.
Kemudian, upaya lainnya disampaikan mantan Bupati Bangka Tengah ini, yaitu menyediakan tempat isolasi terpadu di atas kapal milik PT Pelni yang akan dilakukan dalam waktu dekat.
"Kita berupaya membangun terus isoter termasuk InsyaAllah mendatangkan kapal isolasi, bekerja sama dengan Pelni dan Kementrian Perhubungan," katanya.
Dia mengatakan kapal isolasi tersebut direncanakan akan melayani masyarakat di Pulau Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan.
"Yang tadinya ditempatkan di Bangka Selatan. Kalau memang di sana (pulau Lepar -red) tidak terlalu masif isolasi tidak banyak, masih dapat ditangin kecamatan dan kabupaten. Kapal akan dipindahkan ke Belitung untuk melayani Tanjungpandan dan Sijuk," katanya.
Sementara, Sekretaris Satgas Percepatan, Penanganan Covid-19, Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengatakan, dengan adanya varian delta menyebabkan peningkatan penyebaran virus corona meningkat sebanyak 6 kali lipat di pulau Belitung.
Berdasarkan data Satgas Covid-19 Babel, mulai 7 sampai dengan 18 Agustus 2021, pasien konfirmasi Covid-19 yang meninggal saat melaksanakan Isolasi mandiri di rumah di Babel telah berjumlah 33 orang.
"Diikuti jumlah pasien aktif sebesar 5.054 orang, yang terdiri atas 4.729 orang melakukan isolasi mandiri dan 325 orang atau 6,87 persen, dari total pasien terkonfirmasi positif yang tersebar di delapan isoter kabupaten/kota," jelas Mikron.
Dengan kondisi tersebut, menurut Mikron, diperlukanya tempat Isolasi terpusat yang disediakan pemerintah daerah.
Di mana saat ini baru berjumlah 8 tempat di provinsi dan 6 di kabupaten/kota kecuali Belitung Timur dengan kapasitas kamar 224 kamar dan 514 Tempat Tidur.
"Karena isolasi mandiri yang diselenggarakan masyarakat belum menerapkan kedisiplinan, ketataan sesuai dengan syarat serta ketentuan yang ada baik oleh pasien, pengawasan, pengendalian maupun asupan obat serta supplemen belum terjamin," tegasnya.
Ciri-ciri orang terpapar virus delta
Kasus Covid-19 di Indonesia menggila dengan catatan rekor penambahan 21.342 pada Minggu (27/6/2021). Angka tersebut naik 247 kasus dari Sabtu (26/6/2021) sebanyak 21.095.
Total kasus Covid-19 yang dilaporkan hingga Minggu ini mencapai 2.115.304 orang terhitung sejak kasus pertama diumumkan pada Maret 2020 lalu.
Lalu pada periode 26-27 Juni tercatat ada penambahan pasien sembuh sebanyak 8.042 orang.
Dengan demikian, jumlah pasien sembuh dari virus corona mencapai 1.850.481 orang dan pasien meninggal 57.138 orang.
Kini muncul varian baru Covid-19 yang disebut Varian Delta dan pertama kali teridentifikasi di India. Varian baru ini sangat mudah menular dan lebih berbahaya.
Menurut Forbes.com, varian baru ini ditengarai bertanggung jawab atas sekitar 10 persen kasus corona di Amerika Serikat.
10 Ciri terinfeksi corona varian Delta
Kepala petugas Kesehatan Queensland, dr Jeannete Young menyebut bahwa varian Delta ini dapat menular melalui kontak dengan durasi sekitar 5 hingga 10 detik saja.
Sementara menurut Profesor Kedokteran Darurat dan Kesehatan Internasional di John Hopkins University, Dr Bhakti Hansoti, mereka yang terpapar varian Delta ini memiliki beberapa gejala umum, antara lain:
1. Sakit perut
2. Hilangnya selera makan
3. Mual
4. Nyeri sendi
5. Gangguan pendengaran.
Profesor Epidemologi Genetika di King's College London, Tim Spector, menyebutkan, gejala yang timbul akibat virus varian Delta itu seperti flu yang parah.
Ada beberapa gejala Varian Delta yang dilaporkan oleh penderitanya, yakni:
1. Sakit kepala
2. Sakit tenggorokan
3. pilek
4. Demam
Sementara batuk dan kehilangan kemampuan penciuman yang merupakan gejala awal Covid-19 jarang terjadi.
Tempat yang harus dihindari
Sementara itu, untuk mencegah penularan varian Delta yang cepat ini, ada sejumlah lokasi yang disarankan untuk dihindari menurut situs Inline yang dilansir dari Kompas Tren. Lokasi tersebut adalah:
1. Bar atau kafe
Para ahli menyebutkan bahwa bar atau kafe merupakan salah satu tempat berisiko penularan Covid-19 selama pandemi.
Memang memakai masker dan menjaga jarak bisa membantu mengurangi risiko, namun ketika berada di bar atau kafe, protokol kesehatan itu sulit dilakukan karena harus makan atau minum.
2. Gedung konser atau tempat ibadah
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperingatkan agar jangan menghadiri pertemuan yang melibatkan sekitar 10 orang atau lebih karena beririsiko terpapar virus.
Hal itu karena pertemuan itu berpotensi menimbulkan kontak dengan orang yang memiliki virus. Sementara jaga jarak akan sulit dilakukan pada pertemuan itu.
3. Transportasi umum
Jaga jarak sulit dilakukan di dalam transportasi umum. Selain itu, kontak langsung dengan sesama penumpang pun berlangsung lama sehingga transmisi virus akan terjadi dengan cepat.
Apalagi, di kota-kota besar, transportasi umum cenderung penuh dan sesak.
Menurut Tony Abate, penumpang harus waspada terhadap permukaan yang sering disentuh pada transportasi, termasuk pegangan tangan dan tarikan pintu.
4. Pasar
Pasar juga berpotensi tinggi penularan virus varian Delta karena merupakan tempat orang berkumpul.
Di pusat perdagangan ini juga orang cenderung padat dan berdesakkan. Protokol kesehatan jaga jarak akan sulit dilakukan.
5. Sekolah
Sekolah juga menjadi lokasi potensial penularan virus corona varian baru. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, pernah muncul klaster di Sekolah Calon Perwira TNI AD (Secapa AD) di Bandung dengan jumlah kasus positif mencapai 1.262.
6. Tempat kerja
Tempat kerja, terutama lokasinya tertutup, juga harus dihindari karena rawan Covid-19. Apalagi jika lokasi kerja itu memiliki ventilasi yang buruk sehingga berisiko terjadinya penularan virus corona. (Bangkapos.com/Riki Pratama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210818-corona-varian-delta-sampai-di-babel.jpg)