Menaikkan Kapasitas Tracing dan Testing, Jadi Bagian Strategi Penanganan Penyebaran Varian Delta
Varian Delta di Babel berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium GSI, yang merupakan laboratorium Whole Genome Sequencing (WGS) di Indonesia
Cakupan dan percepatan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat perlu dilakukan dengan segera, mengingat orang yang belum divaksin memiliki kemungkinan tinggi dan gampang menjadi sumber mutasi baru.
Tracing terhadap kontak erat di area kasus positif Covid-19 khususnya di klaster keluarga atau masyarakat, maupun perkantoran harus diperkuat dan lebih agresif.
“Penguatan tracing juga harus dilakukan kepada kontak erat dengan risiko atau tingkat kerentanan tinggi yakni masyarakat usia 65 tahun ke atas atau memiliki penyakit penyerta (komorbid),” ujarnya.
Selain itu memastikan Isoter maupun isolasi mandiri (Isoman) dilaksanakan dengan aman dan taat atau disiplin, termasuk dan tidak terkecuali bagi kontak eratnya.
Semakin memperkuat penerapan Protokol Kesehatan 6M dengan memperketat dan memastikan tidak ada kegiatan yang menimbulkan potensi kerumunan yang berpotensi menjadi tempat atau klaster penularan.
Lalu pasien yang dinyatakan positif Covid-19 diwajibkan melakukan isoter yang disediakan oleh Satgas/Pemerintah maupun komunitas masyarakat.
“Meningkatkan peran aktif masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Isoter berdasarkan prinsip keselamatan bersama dan kepedulian sosial,” tambahnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210818-corona-varian-delta-sampai-di-babel.jpg)