Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Kasus Covid-19 Varian Delta Ditemukan di Babel, Gubernur Lakukan Strategi Ini untuk Pencegahan

Masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung harus terus waspada. Jangan sampai kendor mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Penulis: nurhayati | Editor: nurhayati
Tribunnews.com
Ilustrasi virus varian delta plus - Virus varian delta plus ternyata tak kalah bahayanya dengan COVID 19 varian delta 

2. Memastikan ketersediaan oksigen dengan menurunkan Satgas Oksigen.

3. Percepatan distribusi obat dan suplemen gratis bagi pasien positif Covid-19 yang menjalani isolasi/karantina.

4. Menaikkan kapasitas tracing dan testing dengan membentuk dan menurunkan Satgas Tracing dan Testing.

5. Perlunya peran serta dan peran aktif dari seluruh masyarakat untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya dengan memperkuat penerapan protokol dan melaksanakan vaksinasi secara masif dengan membentuk dan menurunkan Satgas Vaksin.

6. Mempersiapkan dan mengaktifkan seluruh potensi yang ada di masyarakat untuk membuka Isoter dengan membentuk dan menurunkan Satgas Isoter.

7. Menyiapkan dan mengoptimalkan anggaran dari Pemerintah, donasi masyarakat umum dan dunia usaha dalam penanganan Covid-19 dengan membentuk dan menurunkan Satgas Anggaran.

8. Semua Satgas yang dimaksud di atas telah dibentuk oleh Gubernur bersama Forkopimda dan akan diturunkan ke seluruh wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terutama yang berada di zona merah sebagai prioritas.

"Kita semua memahami kondisi saat ini memang menjadi problem psikologis di masyarakat sehingga tidak gampang dan menjadi tantangan tersendiri untuk mengedukasi masyarakat," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Belitung Andi Budi Prayitno dalam rilisnya kepada Bangkapos.com.

Menurutnya,  perlu adanyamemahami dan terus memberikan pemahaman bahwa penyelesaian pandemi ini tidak hanya dari aspek kepentingan pemerintah atau aspek kepentingan tenaga medis saja, tapi juga untuk kepentingan masyarakat.

Untuk itu menurut Andi, tidak bisa tidak, penanganan Covid-19 membutuhkan kerjasama bahu-membahu, sinergi dan kolaborasi dari semua unsur dan komponen masyarakat

"Lebih dari itu adalah komitmen masing-masing Kepala Daerah dan konsistensi kebijakan dalam menanggulangi pandemi Covid-19 demi menjamin kesehatan dan keselamatan warganya. Tanpa itu, upaya dalam mengatasi pandemi ini terutama dalam mengendalikan Covid-19 tidak akan berhasil dan maksimal,: tegas Andi.

Selain itu ia menilai perlunya, disiplin dan sinergitas antar pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota sampai ke tingkat kecamatan, desa/kelurahan, bahkan RT/RW, menjadi kata kunciuntuk fokus dan serius menangani Covid-19 dan pada saat yang sama mendorong percepatan pemulihan ekonomi dan sosial sebagai akibat dari pandemi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Kita bersyukur ikhtiar kita untuk melakukan pemulihan ekonomi sebagai dampak dari pandemi Covid-19 sudah mulai tampak dan menunjukkan kondisi yang menggembirakan," ungkap Andi.

Hal itu ditandai menurutnya, dengan tren positif pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di kwartal pertama (I) tahun 2021 yang membaik dan menunjukkan peningkatan dalam masa recovery akibat Covid-19 dan di kwartal kedua (II) yang melesat naik menjadi 6,85% (y-o-y), berada di atas pertumbuhan ekonomi wilayah Sumatera di triwulan II sebesar 5,27%, dan merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di wilayah Sumatera setelah Provinsi Kepulauan Riau yang tumbuh 6,90%.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved