Berita Sungailiat
Kisah Pilu Korban Angin Puting Beliung, Istri dan Anak Histeris Selamatkan Diri, Perabot Hancur
Hantaman angin puting beliung tadi malam, Minggu (29/8/2021) menyebabkan lima rumah warga di lingkungan tunas kelapa
Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Hantaman angin puting beliung tadi malam, Minggu (29/8/2021) menyebabkan lima rumah warga di lingkungan Tunas Kelapa, Kelurahan Surya Timur, Sungailiat, Bangka porak poranda.
Dodi (35), seorang pemilik rumah yang diterjang angin puting beliung tersebut menyebutkan bahwa kejadian bermula saat dirinya hendak memasukan motor ke dalam rumah.
"Sekitar jam 7 malam diluar itu memang anginnya kencang, rasanya kayak dipantai," kata Dodi saat disambangi Bangkapos di kediamannya, Senin (30/8/2021).
Dia menyebutkan bahwa saat itu dirinya hendak memasukkan motor ke dalam rumah karena memang di luar agak gerimis disertai angin kencang.
Baca juga: Lima Rumah Warga di Lingkungan Tunas Kelapa Kelurahan Surya Timur Diterjang Angin Puting Beliung
Baca juga: Angin Puting Beliung Hantam Lima Rumah di Sungailiat, Satu Rusak Parah
Belum sempat menutup pintu rumah, dirinya terkejut mendengar suara mirip petir yang cukup keras.
"Saya kira ada petir kan, ternyata ada batako yang menghantam atap rumah saya," jelasnya.
Seketika, ia mengajak mengajak istri dan anaknya masih balita untuk keluar rumah dan menyelamatkan diri.
"Anak sama istri nangis histeris karena kaget, habis itu langsung saya ajak keluar rumah supaya enggak tertimpa reruntuhan bangunan," ungkap Dodi.
Dodi menuturkan bahwa kejadian puting beliung tersebut tidak berlangsung lama dan hanya berkisar antara 30-50 detik saja.
Meski demikian, asbes dan kerangka baja rumahnya rusak cukup parah.
"Perabotan saya juga habis, piring, panci dan lain-lain semuanya pecah dan penyok," ujarnya.
Tak hanya itu, bahkan laptop dan hp nya juga ikutan rusak karena terkena dampak dari serpihan asbes.
Baca juga: Waspada! Kerap Hujan di Babel, Ada Potensi Terjadi Genangan dan Angin Puting Beliung
Dodi menyebutkan bahwa di lokasi rumahnya memang sering kali terjadi angin kencang, namun baru kali inilah ada angin puting beliung dengan kekuatan besar yang mengakibatkan kerusakan pada rumahnya.
"Selama 7 bulan saya tinggal di sini memang sering angin kencang, mungkin karena tanahnya lapang dan pepohanan yang jarang serta jarak dengan rumah lain yang berjauhan," ungkap Dody.
Kendati demikian, ia bersyukur karena tidak ada korban jiwa ataupun korban luka dalam kejadian tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210839-angin-puting.jpg)