Darah Kental: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pencegahan
Darah kental merupakan penyakit yang membuat pengidapnya jauh lebih mudah mengalami proses penggumpalan atau pembekuan darah
BANGKAPOS.COM - Darah kental merupakan penyakit yang membuat pengidapnya jauh lebih mudah mengalami proses penggumpalan atau pembekuan darah.
Penyakit ini dikenal juga dengan istilah trombofilia atau hiperkoagulasi.
Gumpalan darah sebenarnya normal dan bermanfaat ketika terbentuk sebagai respons terhadap cedera atau luka sebagai gel penyumbat pembuluh darah yang tergores sehingga menghentikan pendarahan.
Baca juga: Waspadai 10 Komplikasi Tekanan Darah Tinggi
Namun darah kental atau penggumpalan darah yang terbentuk di dalam pembuluh darah memungkinkan darah kental menjadi tidak larut.
Kondisi ini dapat berbalik menjadi bahaya.
Gumpalan ini dapat berjalan melalui sistem peredaran darah dan berakhir dengan membatasi suplai darah ke paru-paru.
Jenis bekuan darah ini sangat serius dan memerlukan perawatan segera.
Penyebab
Melansir Mayo Clinic, setidaknya ada 20 faktor dan kondisi penyebab pembekuan darah yang mengganggu, meliputi:
* Sindrom antifosfolipid
* Arteriosklerosis/aterosklerosis
* Obat-obatan tertentu, seperti kontrasepsi oral dan obat terapi hormon Covid-19
* Trombosis vena dalam (DVT) (DVT)
* Faktor V Leiden
* Riwayat keluarga pembekuan darah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-sampel-darah.jpg)