Berita Pangkalpinang
Gubernur Babel Erzaldi Undang Sejumlah Mahasiswa Diskusi, Presma UBB Tak Diajak
Presiden Mahasiswa UBB, Rio Saputra menyampaikan kekecewaan mereka karena gubernur lebih mengajak mahasiswa lain beraudiensi
Penulis: Riki Pratama | Editor: khamelia
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman melakukan pertemuan dengan sejumlah mahasiswa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari seluruh Universitas di Provinsi Bangka Belitung, pada Minggu (5/9/2021) di rumah dinas gubernur.
Dalam diskusi tersebut diketahui, tidak diundang mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bangka Belitung yang sempat melakukan aksi penolakan kenaikan tunjangan transportasi dan perumahan DPRD Babel.
"Mereka adalah mahasiswa unit kegiatan mahasiswa untuk usaha olahraga. Mereka mau menjadi panita event saya sambut, bagus. Artinya mereka ingin melatih terjun melalui evant diselenggarakan oleh pemerintah provinsi itu bagus," kata Erzaldi kepada Bangkapos.com, Senin (6/9/2021) di rumdin gubernur.
Baca juga: Soal Pulau Tujuh, Gubernur Erzaldi Tegaskan Pemprov Babel tak Ingin Berbagi Wilayah dengan Kepri
Baca juga: Petisi Boikot Dirinya Dekati 400 Ribu dan Fans Acara TV Ikut Menolak, Ini Reaksi Saipul Jamil
Sementara disinggung, bagaimana dengan mahasiswa BEM-KM UBB yang ingin berdiskusi dengan gubernur berkaitan tunjangan dan transportasi DPRD Babel yang belum juga diberikan waktu beraudiensi.
Ia mengatakan mengenai tunjungan sudah jelas, karena itu merupakan hak DPRD Babel.
"Sudah jelas hak DPRD, sudah diatur dengan undang-undangnya,"tegasnya.
Erzaldi menegaskan dirinya tidak menghilang seperti apa yang disampaikan oleh mahasiswa.
"Bertemu silakan, saya dibilang ngilang lagi, saya bukan ngilang, saya nganyau," kata Erzaldi, sembari bergegas berjalan masuk ke rumah dinasnya.
Baca juga: RESMI Info Terkini PPKM Jawa Bali Diperpanjang Sampai 13 September, Luar Jawa Bali 20 September 2021
Sementara, Presiden Mahasiswa UBB, Rio Saputra, menyampaikan kekecewaan mereka karena gubernur lebih mengajak mahasiswa lain beraudiensi, ketimbang mereka yang lebih dahulu menyuarakan aspirasi berkenaan kenaikan tunjangan DPRD Babel.
"Itu dari beberapa BEM di Babel, kami tidak diundang, itu menjadi perbincangan hangat di internal kami BEM Babel, ketua BEM Babel tidak tahu pertemuan itu, ternyata ada penggeraknya," jelas Rio Saputra.
Rio mengharapkan, gubernur tidak membedakan mahasiswa menyuarakan kenaikan tunjangan DPRD Babel dengan mahasiswa lainya dan dapat memberikan kesempatan yang sama.
"Menyesalkan hal itu, kami mengajak ketemu diskusi murni menyampaikan aspirasi belum ada penjadwalan sampai hari ini dari gubernur. Sementara yang lain untuk diskusi sangat mudah, tidak membawa aspirasi langsung, kami membawa aspirasi tidak ada juga dijadwalkan, jadi kecewa," kata mahasiswa Fakultas Hukum UBB ini.
Rio mengatakan, saat ini mereka masih berdiskusi mengenai rencana mereka selanjutnya, berkaitan gubernur yang masih enggan beraudiensi dengan mahasiswa BEM UBB.
"Kawan-kawan masih berdiskusi kalau memang ingin aksi dengan menerima konsekuensi, tetapi kita mengupayakan dialog dahulu, sampai hari ini belum ada balasan dan tanggapan. Kemarin pak wagub menyampaikam menjanjikan setelah Mendagri pulang, setelah mendapat konfirmasi, bahwa sudah ia sampaikan ke gubernur, tetapu dikembalikan ke gubernur dan sampai sekarang belum ada,"keluhnya.
Rio mengatakan, saat ini mahasiswa hanya dijanji-janjikan saja tetapi belum ada jadwal pertemuan yang pasti antara BEM UBB dengan gubernur membahas terkait penolakan tunjangan DPRD Babel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210906-pertemuan-dengan-sejumlah-mahasiswa-dari-aliansi-badan-eksekutif-mahasiswa.jpg)