Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

PPKM Diperpanjang, Hanya Kabupaten Bangka Masuk Level 4 Daerah Lainnya Masuk Level 3

Kementerian Dalam Negeri telah mengeluarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 40 tahun 2021 tentang PPKM level 4.

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Riki Pratama
Sekretaris Percepatan, Penanganan, Satgas Covid-19 Babel, Mikron Antariksa. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kementerian Dalam Negeri telah mengeluarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 40 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 Covid,-19 di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Papua.

Kabupaten Bangka, menjadi wilayah satu-satunya di Provinsi Bangka Belitung masuk dalam Level 4 berdasarkan asesmen Kementerian Kesehatan.

Sementara, daerah lainya Kabupaten Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka Tengah, Belitung, Belitung Timur dan Kota Pangkalpinang masuk dalam Level 3.

PPKM ini diperpanjang hingga Senin (13/9/2021) untuk Jawa-Bali. Kemudian di luar Jawa Bali resmi diperpanjang hingga Senin (20/9/2021).

Baca juga: PPKM Diperpanjang Hingga 13 September 2021, Pemprov Bangka Belitung Masuk Tingkat 3 Asesmen Kemenkes

Baca juga: PPKM Diperpanjang Lagi, Ini Syarat Perjalanan Menggunakan Pesawat hingga Kereta

Sekretaris, Percepatan, Penanganan, Satgas Covid-19, Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengatakan, berdasarkan Inmendagri, hanya Kabupaten Bangka yang  kembali berlanjut masuk dalam Level 4.

"Kabupaten Bangka yang masuk dalam Level 4 diminta untuk melakukan testing sebanyak 241 tes per hari. Berdasarkan asesmen itu kita secara provinsi masuk tingkat III, tetapi untuk level di kabupaten/kota hanya Kabupaten Bangka masuk Level 4," jelas Mikron kepada Bangkapos.com, Selasa (7/9/2021).

Menurutnya, berdasarkan evaluasi dan analisa kasus terkonfirmasi Bangka Belitung terdapat sejumlah kabupaten/kota yang masih rendah dan tinggi tingkat penularanya.

"Kabupaten terendah adalah Kabupaten Bangka Barat dengan tingkat 3 dan kabupaten tertinggi tingkat 4 Belitung Timur penyebab kapasitas testing lemah dan lemahnya prokes," kata Mikron.

Sementara, untuk kasus meninggal dunia, kata Mikron yang menjadi evaluasi yakni terjadi berkaitan penolakan rujukan, keterlambatan rujukan, lambat terdeteksi, tracing lemah dan peralatan pendukung belum memadai.

"Analisai asesmen kita ke tingkat 3 secara provinsi itu ada sejumlah kasus yang kita evaluasi tiap Minggunya, itu berdasarkan data kemenkes, artinya dengan penurunan ini, ada kemajuan dalam penanganan Covid-19 di Babel untuk terus berupaya mengendalikan Corona di Babel," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved