Breaking News:

Berita Belitung

Pria Ini Kantongi Rp900 Ribu Tiap Hari dari Hasil Mengerit, Pengelola SPBU Sampai Buat Pengakuan

Kelangkaan ini membuat polisi berhasil membongkar kecurangan dalam pendistribusian BBM bersubsidi jenis premium yang tidak langsung kepada masyarakat.

Editor: El Tjandring
Pos Belitung/Disa Aryandi
Mobil pengerit di SPBU Perawas, Tanjungpandan, Belitung menggunakan derigen, Jumat (10/9/2021) ketika ditertibkan oleh Polsek Tanjungpandan. 

Kelima orang tersebut telah dimintai keterangan oleh Unit Reskrim Polsek Tanjungpandan.

"Awalnya kami dapat info dari masyarakat terkait penyalahgunaan BBM jenis premium. Jadi dari hasil patroli, kami temukan di TKP beberapa pengerit khususnya jenis premium," ujar Kapolsek Tanjungpandan AKP Iman Teguh kepada posbelitung.co.

Beberapa pengerit yang dimintai keterangan beralasan premium tersebut untuk dijual kembali di toko mereka.

Namun mereka membeli menggunakan jeriken bahkan satu kendaraan yang diamankan menggunakan tangki yang dimodifikasi dengan kapasitas lebih besar.

Pantauan posbelitung.co, sepanjang Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Paal Satu, Kecamatan Tanjungpandan rata-rata kios tidak menjual BBM baik jenis premium dan pertalite.

Kios-kios yang biasanya berderet botol dan jeriken berisikan BBM semenjak pagi kosong.

Satu pengerit dapat satu ton bensin

Satu di antara pengerit yang dimintai keterangan di Polsek Tanjungpandan membuat pengakuan mengejutkan.

Pengerit bernama Sutriadi ini mengaku setiap hari mampu membeli BBM bersubsidi di SPBU tersebut hingga satu ton.

Pria 20 tahun itu membeli langsung menggunakan Jeriken ukuran 20 liter. Jeriken tersebut kemudian diangkut menggunakan mobil Toyota Kijang Komando bernomor polisi BN 2723 LR.

"Iya setiap hari aku ngerit di situ, mengisi di jeriken langsung. Ya premium saja, kalau pertalite jarang, tergantung permintaan saja," kata Sutriadi (Adi) kepada posbelitung.co ketika berada di Polsek Tanjungpandan.

Warga Jalan Jendral Sudirman Desa Perawas ini mengatakan, biasa setiap kali mengisi premium secara langsung sebanyak 60 jeriken setiap hari.

Dengan demikian Sutriadi setiap hari membeli 60 jeriken dikali 20 liter sehingga totalnya 1.200 liter atau mendekati satu ton.

"Kalau sekarang ada 80 jeriken di mobil itu, tapi yang baru terisi 25 jeriken, tadi sudah keduluan polisi datang ke SPBU."

Halaman
1234
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved