Kamis, 9 April 2026

Berita Pangkalpinang

11 Peserta Tak Hadir saat Seleksi CPPPK, Panitia Tegaskan Tak Ada Istilah 'Kongkalikong'

Eddy Supriadi menyesalkan, ketidakhadiran 11 peserta seleksi kompetensi calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (CPPPK) Guru hari pertama.

Penulis: Cepi Marlianto |
(Bangkapos.com /Cepi Marlianto)
Para peserta ujian seleksi kompetensi CPPPK Guru saat melakukan cek identitas sebelum memasuki ruangan, di SMA Negeri 3 Pangkalpinang, Senin (13/9/2021) siang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Wakil Ketua Panitia Seleksi CPPPK Guru Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khusus Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi menyesalkan, ketidakhadiran 11 peserta seleksi kompetensi calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (CPPPK) Guru hari pertama di Kota Pangkalpinang, Senin (13/9/2021).

Mereka tidak hadir dikarenakan karena sedang menjalani isolasi lantaran terpapar Covid-19 sebanyak empat orang, lima orang tanpa keterangan, satu orang mengundurkan diri serta satu orang tak memiliki hasil antigen.

“Sesi pertama yang tidak hadir ada lima orang dan sesi dua ada enam orang. Mereka karena ada yang terpapar Covid-19 dan ada yang tidak diketahui alasannya,” kata dia kepada Bangkapos.com usai meninjau pelaksanaan seleksi CPPPK di SMA Negeri 3 Pangkalpinang.

Dikatakan Eddy, pada hari pertama seleksi CPPPK setidaknya ada sebanyak 102 peserta yang dibagi menjadi dua sesi dijadwalkan mengikuti ujian.

Namun, sebagian dari mereka yang tidak hadir tanpa keterangan akan diberikan sanksi diskualifikasi sebagai efek jera bagi peserta tersebut.

“Yang tidak ada keterangan akan kita diskualifikasi,” tegas Eddy.

Baca juga: PPKM Berakhir 13 September, Ini Aturan Terbaru Penerbangan Garuda, Sriwijaya Air, dan Lion Air

Baca juga: Fakta Baru Kasus Ibu & Anak Tewas di Subang, Wanita Misterius Tertangkap CCTV Buang Bungkusan Hitam

Baca juga: Nelayan yang Diterkam Buaya di Sebagin Belum Ditemukan, Tim SAR Alami Kendala Menuju Lokasi

Sementara itu, untuk peserta yang memberikan izin karena kecelakaan, sakit bukan karena Covid-19 dan tidak memiliki keterangan rapid antigen akan dijadwalkan ulang mengikuti ujian pada tanggal 18 September mendatang.

Sedangkan, bagi peserta yang terkonfirmasi positif Covid-19 akan dijadwalkan ikut seleksi pada gelombang kedua tanggal 26 sampai 30 Oktober mendatang lantaran panitia tidak menyediakan ruangan khusus bagi peserta yang terkonfirmasi positif Korona.

“Jumlah keselurahan peserta ada 539 orang. Pelaksanaan seleksi sendiri akan dilakukan sampai hari Kamis 16 September 2021. Per harinya ada dua sesi, masing-masing sesi 51 orang dengan menggunakan dua ruangan,” tukas Eddy.

Tak ada Kongkalikong

Dalam seleksi kompetensi CPPPK Guru, Eddy memina para peserta tidak perlu khawatir mengenai mekanisme perekrtutan pegawai akan diwarnai kongkalikong.

Wakil Ketua Panitia Seleksi CPPPK Guru Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khusus Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi.
Wakil Ketua Panitia Seleksi CPPPK Guru Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khusus Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi. ((Bangkapos.com /Cepi Marlianto))

Eddy menegaskan, dalam seleksi CPPPK semua dilakukan secara transparan sehingga tidak ada istilah ‘titipan’. Apalagi mekanisme ujian dilakukan menggunakan sistem Computer Assisted Test Ujian Nasional Berbasis Komputer atau CAT UNBK dari Kemendikbudristek.

“Tes ini adil, Kemendikbud sudah merancang serahasia mungkin agar tidak terjadi hal yang tidak baik,” ujar Eddy.

Sementara itu, untuk mengatisipasi aktivitas perjokian, lanjut Eddy, saat registrasi para peserta juga dilakukan pemeriksaan identitas hingga surat rapid antigen maupun PCR sehingga hal itu meminimalisir kecurangan saat proses seleksi berlangsung.

Selain itu, saat hendak masuk ruangan para peserta juga kembali dicek dengan mencocokan kartu peserta ujian.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved