Senin, 25 Mei 2026

bangka pos hari ini

Kasus Corona Babel Melandai, Satgas Covid-19 Ingatkan Masyarakat Tetap Waspada

Kasus Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus menunjukkan penurunan yang signifikan sejak sepekan terakhir.

Tayang:
Editor: Fitri Wahyuni
Bangka Pos/Anthoni Ramli
Kapolda Babel Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, saat menandatangani MoU pengelolaan ISO tank oksigen bantuan Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, dengan PT Igas di Mapolda Babel, Senin (13/3/2021). 

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Kasus Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus menunjukkan penurunan yang signifikan sejak sepekan terakhir. Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Babel, pada Rabu (8/9/2021) ada 236 kasus baru.

Kemudian menurun pada Kamis (9/9/2021), dengan jumlah kasus sebanyak 230 kasus.

Sehari kemudian atau tepatnya pada Jumat (10/9), tercatat ada 146 kasus baru. Kemudian pada Sabtu (11/9), ada tambahan 198 kasus.

Dengan tambahan tersebut, kasus virus corona di Babel, hingga Sabtu (11/9), telah mencapai 49.588 kasus. Dengan total kasus sembuh sebanyak 44.991 kasus dan jumlah warga yang meninggal dunia ada 1.322 kasus.

Sekretaris Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Babel, Mikron Antariksa mengakui terus berupaya melakukan pengendalian kasus Covid-19 yang hingga saat ini terus melandai. Menurutnya, saat ini hanya Kabupaten Bangka yang masih masuk dalam PPKM Level 4.

"Tetapi kita jangan berpuas diri, terus waspada, jangan karena melandai kita mengendorkan semuanya sehingga dapat naik lagi. Sosilaisasi Prokes dan juga vaksinasi yang harus dipercepat kita lakukan," kata Mikron, Minggu (12/9/2021).

Baca juga: Syarat Naik Kereta Api, Penumpang Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin Covid-19 Mulai 14 September

Mikron menambahkan Satgas Covid-19 Babel saat ini bekerja sesuai dengan tugas masing-masing dalam satuan tugas khusus yang telah dibentuk oleh gubernur.

"Kita lakukan dari hulu ke hilirnya. Sudah banyak sudah kegiatan yang kami laksanakan pada tujuh kabupaten/kota di Babel ini sehingga terjadi perubahan. Satuan tugas khusus, vaksinasi, isoter, tracking/tracing, oksigen dan anggaran juga telah bekerja bersama-sama dalam upaya mengendalikan kasus di Babel ini," tegasnya.

Mikron menegaskan, sejauh ini Satgas Babel tidak dapat menekan kasus Covid-19. Namun, hanya dapat meningkatkan testing yang tinggi setiap hari, yang targetnya harus mencapai 5.000 testing.

"Kita ini diminta untuk memperbanyak melakukan testing sehingga banyak temuan terkonfirmasi. Bila terdapat banyak kasus maka dilakukanlah isolasi terpusat dan treatment, agar pasien cepat sembuh dan tidak menyebar luas," jelasnya.

Baca juga: Korban Terkaman Buaya di Desa Sebagin Belum Ditemukan, Besok SAR Tambah Personil

Penularan tinggi
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan ada empat kategori tingkat penularan komunitas di suatu daerah. Mulai dari insiden rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi.

Sedangkan Babel, masuk dalam insiden tingkat tinggi penularan Covid-19, dengan 143,4, diikuti Yogyakarta 112,1 dan Kalimantan Timur 107,6.

Mikron pun membenarkan Babel masuk dalam kategori insiden tinggi dari beberapa provinsi di Indonesia.

"Iya benar, Babel masuk ke dalam insiden tinggi dengan angka 143,4 karena nilainya antara 50-150 per 100.000 penduduk dinyatakan tinggi. Ini berarti ada risiko infeksi Covid-19 yang tinggi untuk masyarakat umum," kata Mikron.

Menurutnya, sampai saat ini belum ada penurunan terkait status insiden tinggi penularan Covid-19 di Babel dari organisasi kesehatan dunia (WHO).

Sumber: bangkapos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved