Jumat, 8 Mei 2026

Mural Jokowi di Pangkalpinang Diberi Tanduk dan Hidung Badut, Presiden Tanggapi Soal Mural Dirinya

Mural Jokowi di Pangkalpinang Diberi Tanduk dan Hidung Badut, Presiden Tanggapi Soal Mural Dirinya

Tayang:
Editor: Teddy Malaka
Bangkapos.com/Yuranda
Lukisan mural mirip Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dilukis di tembok di Jalan Yang Zubaidah dekat Apotek Bangka, Kota Pangkalpinang, Kamis (16/9/2021) menggundang perhatian pengguna jalan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Mural mirip Presiden Jokowi ternyata ada di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Seperti apa respon Presiden Jokowi terhadap mural seperti itu.

Saat melintasi tembok yang ada  di Jalan Yang Zubaidah dekat Apotek Bangka, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terlihat lukisan mural seorang pria yang gambarnya mirip Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Kamis (16/9/2021)

Tentu saja keberadaan mural tersebut menarik perhatian warga sekitar, yang melintas di jalan tersebut.

Baca juga: Warung Mie Rebus Toping Daging Manusia Terungkap, yang Memakannya Akan Alami Penyakit Ini

Baca juga: Siswi SMA Tepergok Keluar dari Hotel, Hati Sang Bibi Remuk Saat Tahu Siapa Pria yang Bersamanya

Menariknya sosok mirip Jokowi digambarkan mengenakan masker di matanya.

Terlihat di mural itu,  gambar seorang pria berbaju putih di bagian hidungnya terdapat lingkaran merah dan di kepalanya menggunakan tanduk berwarna merah.

Belum diketahui pasti pembuat mural tersebut, dan sejak kapan?

Di samping gambar itu pun, yang ditulis menggunakan cat merah tertulis,

"Inilah sajak ku pamplet masa darurat...

Apakah artinya kesenian bila terpisah dari derita lingkungan,"

Di bawah tulisan itu pun tertulis, Ws Rendra Sajak Sebatang Lisong.

Menurut Ali warga sekitar saat melintas di jalan, Seni Mural atau lukisan graffiti sangat bagus.

Namun lebih baik dilukis di tempatnya jangan dibuat di tempat umum.

"Menggunakan lukisan untuk mengkritik ini bagus, dan gambar yang di tunjuk juga sangat bagus, seperti mirip presiden ya. Namun janganlah mencoret di dinding, jadi terkesan kotor," kata Ali, sejenak melihat mural yang ada di Jalan Yang Zubaidah, Kamis (16/9/2021).

Baca juga: Syarat Penerbangan PCR / Antigen PPKM 14-20 September 2021 untuk Lion Air, Garuda dan Citilink

Baca juga: Jutaan Nasabah BRI, Mandiri hingga BTN Dapat Bantuan Rp1 Juta, Ini Syaratnya Bagi yang Mau

Hingga kini mural tersebut masih terpajang di Tembok di Jalan Yang Zubaidah dekat Apotek Bangka Kota Pangkalpinang.

Selain lukisan mural sosok mirip Jokowi di tembok ini pun dipenuhi dengan mural yang berbentuk kartun hingga tulisan.

Sekilas mural mirip Jokowi tidak tampak terlihat, bila melintas dari arah kantor Gubernur Bangka Belitung menuju ke Masjid Jamik.

Namun sebaliknya bila melintas dari Masjid Jamik, mural tersebut tampak terlihat jelas, yang berada di pojok kanan.

Sikap Jokowi Terhadap Mural

Presiden Joko Widodo meminta aparat kepolisian tak berlebihan menanggapi kritik masyarakat terhadap pemerintah yang disampaikan melalui mural.

Ia mengaku sudah sering dihina dan tak mempersoalkan ihwal tersebut.

“Saya minta agar jangan terlalu berlebihan. Wong saya baca kok isi posternya.

Biasa saja. Lebih dari itu saya sudah biasa dihina," kata Jokowi dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi media di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/9/2021), dilansir dari Kompas.TV.

Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak antikritik seperti yang kerap dituduhkan publik.

Bahkan, ia mengatakan, hinaan menjadi makanannya sehari-hari.

"Saya tidak antikritik. Sudah biasa dihina. Saya ini dibilang macam-macam, dibilang PKI, antek asing, antek aseng, planga-plongo, lip service.

Itu sudah makanan sehari-hari," ucap presiden.

Terkait peristiwa penghapusan sejumlah mural kritik oleh pihak kepolisian, Jokowi mengaku telah menegur Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Ia tidak ingin aparat bertindak reaktif terhadap seni kritik tersebut.

Kendati demikian, kata Jokowi, dirinya tak tahu menahu mengenai penangkapan dan penghapusan mural tersebut.

Namun, menurutnya, tindakan represif itu merupakan inisiatif petugas di lapangan.

"Kapolri mengatakan itu bukan kebijakan kita, tapi Kapolres. Dari Kapolres juga menyatakan bukan kebijakan mereka, tapi di Polsek," ujar Jokowi.

"Saya sudah tegur Kapolri soal ini," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah mural mirip Presiden Jokowi bermunculan di berbagai tempat.

Pada pertengahan Agustus lalu muncul mural bertuliskan "404 Not Found" di daerah Batu Ceper, Kota Tangerang.

Mural itu menjadi perbincangan warganet di media sosial setelah dihapus oleh petugas kepolisian pada Kamis (12/8/2021).

Tak lama, kembali muncul mural mirip Jokowi muncul di Jalan Kebagusan Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Namun, mural tersebut hanya bertahan satu hari lantaran telah dihapus oleh empat orang berpakaian sipil pada Selasa (31/8/2021). (Bangkapos.com/Yuranda/kompas.com)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved