Senin, 18 Mei 2026

Milisi Taliban Meradang dan Marah Besar, Amerika Bom Markas CIA di Afghanistan

Semuanya hancur total, mulai dari bangunan hingga kendaraan dan perlengkapan senjata. Tentu saja, setelah mengetahui ini apakah Taliban semakin ...

Tayang:
24H
Kondisi Pangkalan Rahasia CIA. 

Milisi Taliban Meradang dan Marah Besar, Amerika Bom Markas CIA di Afghanistan

BANGKAPOS.COM -- Milisi Taliban dilaporkan tengah meradang dan marah besar. 

Hal itu terjadi setelah sepekan lalu Taliban sempat dibuat marah besar dengan ulah Amerika tepat sebelum meninggalkan Afghanistan.

Amerika melakukan pengrusakan pada beberapa senjata militer yang ditinggalkan di Afghanistan.

Alhasil, tindakan AS tersebut memicu kemarahan Taliban, bahkan sampai menyebut Amerika mengkhianati mereka.

Sementara dari pihak Amerika mereka mengaku hanya mentralisir senjata yang mereka tinggalkan.

Baca juga: Uang Kertas Rp5 Ribu Bisa Laku Sampai Rp450 Juta Asal Ada Nomor Seri Begini

Baca juga: Warung Mie Rebus Toping Daging Manusia Terungkap, yang Memakannya Akan Alami Penyakit Ini

Baca juga: Awalnya Dicomblangi Teman, Ternyata Ini Alasan Inggrid Kansil Rela Dinikahi Pria 23 Tahun Lebih Tua

Amerika melakukan penghancuran total pangkalan rahasia CIA di Afghanistan dengan cara radikan menggunakan bom.

Semuanya hancur total, mulai dari bangunan hingga kendaraan dan perlengkapan senjata.

Tentu saja, setelah mengetahui ini apakah Taliban semakin marah pada Amerika.

"Kami membiarkan mereka pergi dengan damai dan melihat apa yang mereka tinggalkan," kata Mullah Hasnain, komandan unit pasukan khusus Badri 313 Taliban.

Hasnain memimpin wartawan asing ke pangkalan rahasia CIA di pinggiran Kabul.

"Sebelum mereka pergi, mereka meledakkan semuanya," kata Hasnain, mulai dari bangunan yang diledakkan hingga puing-puing, hingga kendaraan, peralatan, senjata, dan amunisi.

Hasnain mengatakan para pejuang Taliban diam-diam mengamati aktivitas AS di pangkalan rahasia itu, dari daerah terdekat.

"Kami tinggal di sana mengamati selama 9-10 hari," kata komandan berusia 35 tahun itu dalam bahasa Inggris yang jelas.

Baca juga: Lima Doa yang Membuat Anda Bakal Dikejar-kejar Rezeki, Jangan Lupa Diamalkan

Selingkuh yang Berujung Maut, Istri Diselingkuhi Pembunuh Bayaran Bertindak

"Kami tidak menghentikan mereka, bahkan konvoi terakhir dalam perjalanan ke bandara. Kami tidak menyerang karena harus menuruti perintah atasan kami," kata Hasnain.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved