Senin, 25 Mei 2026

bangka pos hari ini

Capaian Vaksinasi Lansia Masih Rendah

Capaian vaksinasi Covid-19 kepada usia lanjut usia (lansia) terbilang rendah dibandingkan sasaran lain.

Tayang:
Penulis: Rusaidah | Editor: Fitri Wahyuni
Bangka Pos/Adelina Nurmalitasari
Ketua Satgas Brigjen Pol Umar Dani meninjau vaksinasi, Selasa (21/9). 

BANGKAPOS.COM - Capaian vaksinasi Covid-19 kepada usia lanjut usia (lansia) terbilang rendah dibandingkan sasaran lain.

Berdasarkan data penerima vaksin per 20 September 2021, ada sebanyak 4.552 orang atau 23,23 persen yang menerima dosis pertama.

Padahal sejak awal vaksinasi Covid-19, lansia telah menjadi prioritas agar mendapatkan vaksin.

Menanggapi hal ini, Ketua Satgas Penanganan Khusus Percepatan Vaksinasi Covid-19 sekaligus Wakapolda Bangka Belitung Brigjen Pol Umar Dani mengatakan vaksinasi kepada lansia memang tidak bisa kaku.

Baca juga: Stok Vaksin Cuma Cukup 2 Hari, Sehari, Pemkot Pangkalpinang Capai 2.500 Penyuntikan

Makanya pelayanan vaksinasi harus proaktif dan fleksibel. Begitu juga pada sejumlah sasaran lain seperti ibu hamil dan masyarakat umum yang rentan.

"Intinya memberikan pelayanan vaksinasi ini, masyarakat tidak harus datang ke gerai, lihat objeknya, kalau nelayan vaksinnya di pantai atau pelabuhan, kepada pekerja tambang datang ke tambangnya," katanya saat mengunjungi pelayanan vaksinasi di Puskesmas Tanjungpandan, Selasa (21/9/2021).

"Waktunya pun bisa fleksibel tidak harus siang hari, bisa sore," imbuhnya.

Meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi hingga memimpin rapat supervisi percepatan vaksinasi, ia mengapresiasi capaian vaksinasi dosis pertama di Belitung yang telah mencapai 53 persen dari jumlah penduduk.

Apalagi Belitung termasuk daerah pariwisata sehingga percepatan vaksinasi perlu dorongan agar mencapai 70 persen dari populasi penduduk.

"Tadi saya sudah berikan arahan yang bersifat teknis agar capaian percepatan segera diwujudkan," tambahnya.
Selanjutnya, dia menargetkan akhir November seluruh penduduk yang masuk dalam sasaran vaksinasi Covid-19 sudah mendapat vaksin.

Baca juga: Soroti Keluhan Sulit Dapat BBM di Belitung, Anggota DPRD Babel Minta Optimalkan Pengawasan

"Masih ada dua bulan ke depan, makanya perlu kerja keras. Ketersediaan vaksinnya tidak ada masalah, tiap minggu ada dropping dari Jakarta, ini baru saja dari kepolisian baru menerima 12 ribu lebih dosis vaksin yang akan didistribusikan ke polres-polres," kata dia.

Saat ini di Bangka Belitung, menerima sebanyak 20 ribu-22 ribu dosis vaksin setiap minggunya. Setiap kabupaten juga masih tersedia stok vaksin.

Sebagai upaya percepatan vaksinasi Covid-19, Belitung kini juga memiliki tambahan lima gerai vaksin. Artinya sudah ada 15 gerai, selain di puskesmas juga kini ditambah dengan fasilitas kesehatan swasta. (del)

Jangan Termakan Isu Provokasi Vaksin

Bupati Belitung Timur Burhanudin mengimbau kepada masyarakat agar tidak termakan isu provokasi bahwa vaksin tertentu yang baik dan lainnya tidak baik. Menurutnya semua jenis vaksin adalah baik dan mampu memberikan kekebalan pada tubuh.

Saat ini di Belitung Timur, sudah beredar beberapa vaksin jenis AztraZeneca, Sinovac dan Moderna. Menurutnya kebanyakan masyarakat lebih memilih vaksin jenis Sinovac karena efek sampingnya yang sedikit.

"Terkait efek samping itu kembali pada bagaimana tubuh kita bereaksi atas vaksin itu. Adanya reaksi berarti vaksin yang merupakan virus yang dilemahkan itu bekerja di dalam tubuh. Jadi jangan takut dengan reaksinya. Vaksin terbaik adalah vaksin yang tersedia," kata Burhanudin.

Baca juga: Beda Nasib PNS Timor Leste dan Indonesia Bak Langit dan Bumi, Tunjangan Pegawai Bukan Berupa Uang

Seperti diketahui, efek samping dari vaksin Sinovac mayoritas hanya mengalami ngantuk dan demam. Sedangkan vaksin AstraZeneca dan Moderna banyak membuat orang yang menerimanya menjadi demam hingga flu dan batuk.

Burhanudin bilang pemerintah saat ini terus mengupayakan percepatan vaksinasi bagi masyarakat. Hingga hari ini sudah lebih 50 persen sasaran di Belitung Timur mendapatkan vaksin dosis pertama.

Menurutnya kesadaran masyarakat untuk vaksinasi sangat penting supaya bisa memberikan kekebalan komunal atau herd immunity di lingkungan masyarakat.

"Kita bersyukur beberapa minggu belakangan angka positif kita melandai rata-rata di bawah 30 kasus sehari. Ini harus kita jaga bersama dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," pesan Burhanudin. (s1)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved