Breaking News:

Satpol PP Tertibkan Tambang Liar di Kawasan Rusunawa, Petugas Datang Penambang Kocar-kacir

Kurang lebih 11 penambang timah liar di dekat kawasan Rumah Susun Sederhana (Rusunawa) Kecamatan Pangkalbalam ditertibkan tim Satpol PP Pangkalpinang.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kurang lebih 11 penambang timah liar di dekat kawasan Rumah Susun Sederhana (Rusunawa) Kecamatan Pangkalbalam ditertibkan tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pangkalpinang, Selasa (21/9/2021) siang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kurang lebih 11 penambang timah liar di dekat kawasan Rumah Susun Sederhana (Rusunawa) Kecamatan Pangkalbalam ditertibkan tim Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) Kota Pangkalpinang, Selasa (21/9/2021) siang.

Tim Satpol PP baru memasuki kawasan tambang liar, tampak beberapa orang berlarian kucar-kacir menjauhi kawasan penambang.

Mesin yang sayup-sayup tadinya terdengar, tiba-tiba mati sekejap ditinggalakan begitu saja.

Ketika tim mendekat kearah ponton-ponton kayu yang ditinggalkan tidak ada lagi aktivitas yang berjalan.

Plt. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja(Kasatpol PP) kota Pangkalpinang Efran menyebut, penertiban ini dilaksanakan sebab mendapatkan laporan langsung dari masyarakat sekitar.

Adapun beberapa barang bukti seperti selang, karpet gabang, dan mesin penambang langsung diamankan oleh tim Satpol PP.

Efran menegaskan, dalam Perda Nomor 7 tahun 2019 tentang Penyelenggara Ketertiban Umum dan Ketentraman masyarakat jelas jika TI dilarang di Kota Pangkalpinang.

"Kita turun sebab mendapatkan laporan dari masyarakat sekitar yang resah dengan adanya aktivitas penambangan di kawasan itu, dan pada hari ini kita turun menjalankan tugas sesuai tugas pokok dan fungsi bahwa di Pangkalpinang tidak ada alasan tidak ada aktivitas penambangan," jelas Efran kepada Bangkapos.com, Rabu (22/9/2021).

Baca juga: Beda Nasib PNS Timor Leste dan Indonesia Bak Langit dan Bumi, Tunjangan Pegawai Bukan Berupa Uang

Baca juga: Sudah Tiga Tahun Mesin Trombosit di Kabupaten Bangka Rusak, Padahal Alat Ini Sangat Penting

Penertiban yang dipimpin oleh Plt Kabid Ketertiban Umum (Tibum) Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) Syawaludin itu nanti akan dilakukan pengawasan kembali.

"Jadi kurang lebih ada 11 ponton yang beraktivitas kita hentikan, mau dengan alasan apapun itu kita tidak bisa karena sudah jelas memang tidak boleh ada aktivitas penambangan. Nanti setelah ini akan kita lakukan aktivitas pengawasan, terus kami pantau karena jelas dilarang," jelas Efran.

Menurutnya, hal serupa juga akan dilaksankan pada kawasan Tampuk Pinang Pura tepatnya di lahan aset Pemkot Pangkalpinang.

"Kalau yang dilahan aset kemarinkan sudah jelas melanggar, ada dua yang dilanggar maka tidak ada alasan lagi harus kami stop, mereka aktivitasnya malam, nanti malam juga akan terus kami pantau lagi berjalan lagi atau tidak," bebernya.

Efran menuturkan, setelah barang bukti diamankan nanti pihaknya akan mengencangkan kembali proses pengawasan.

"Karena harga timah saat ini cukup tinggi jadi penambang ini terus ibarat ditertibkan terus menucul, tapi kami juga tidak berhenti begitu saja mereka muncul lagi kami komitemen akan terus menertibkan," sebutnya.

"Bukan hanya satu wilayah itu saja, tapi bertahap semua kawasan tambang akan kami tertibkan. Kita tetap bersinergi dengan TNI, Polri dalam melakukan penertiban ini berantas TI ilegal," tambahnya. ( Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved