Jumat, 10 April 2026

Berita Sungailiat

Nelayan Jelitik Bangka Mengeluh, Dua Bulan Terakhir Kesulitan Dapat Solar

Sejak dua bulan terakhir ketersediaan solar, Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kapal nelayan di pelabuhan Jelitik, Sungailiat sulit didapatkan.

Penulis: Arya Bima Mahendra |
Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra
Ilustrasi potret Pelabuhan Jelitik, Sungailiat, Bangka. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sejak dua bulan terakhir ketersediaan solar, Bahan Bakar Minyak (BBM) khusus untuk kapal nelayan di pelabuhan Jelitik, Sungailiat sulit didapatkan.

Diketahui bahwa mayoritas nelayan menggunakan BBM jenis solar sebagai bahan bakar utama untuk mesin kapal atau perahu mereka.

Salah seorang nelayan di pelabuhan Jelitik, Sungailiat, Bangka, Rahman (44) menyebut sudah dua bulan dirinya kesulitan mendapatkan solar.

"Sebelumnya kami enggak kesulitan mendapatkan solar, bahkan kalau saya mau ambil solar 800 kg sampai 1 ton itu pasti ada. Tapi dua bulan ke belakang ini kami kesulitan beli solar," kata Rahman saat dijumpai Bangkapos.com di Pelabuhan Jelitik, Senin (27/9/2021) sore.

Baca juga: Terbaru 2021, Ini Aturan Batas Usia Pensiun ASN, dari PNS, TNI hingga Polri

Baca juga: Bikin Hotman Paris Tercengang, Marlina Octoria Beberkan Durasi Hubungan Suami Istri dengan Suaminya

Menurut Rahman, kelangkaan solar kemungkinan sangat berkaitan dengan harga timah yang saat ini cukup tinggi.

"Ibaratnya semenjak harga timah mahal, kami susah dapat solar, enggak tau kenapa bisa begitu," tanyanya.

Rahman menuturkan, pihak pengelola SPBU khusus nelayan yang ada di pelabuhan Jelitik selalu berdalih kalau solar habis karena sudah dikasih ke semua nelayan.

Baca juga: McDonalds Pangkalpinang Dinantikan Masyarakat dan Bikin Penasaran, Ini Bocoran Waktu Opening

Baca juga: Masalah Pulau Tujuh Masih Belum Ada Titik Temu, Wakil Ketua DPRD Babel: Kami Perjuangkan!

Baca juga: Akhirnya Pemprov Babel Persoalkan Pulau Tujuh ke Kemendagri, Wagub: Kami Ingin Ini Tuntas

"Kalau alasannya sudah dikasikan (solar) ke nelayan, kenapa selama ini selalu lancar dan mencukupi. Kenapa dua bulan terakhir ini yang agak susah," ucapnya.

Oleh karena itu, ia berharap kelangkaan solar ini dapat segera menemukan jalan keluarnya, karena akan sangat berpengaruh terhadap pendapatan dan produktifitas kerja para nelayan.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved