Jumat, 1 Mei 2026

Ada Kisah Asmara Korban G30SPKI, Pierre Tendean dari Panggilan Sayang hingga Telegram Terakhir

Ada Kisah Asmara Korban G30SPKI, Pierre Tendean dari Panggilan Sayang hingga Telegram Terakhir

Tayang:
Editor: Teddy Malaka
Kolase TribunStyle (Instagram @pierresangpatriot)
Sosok Rukmini Chamim, kekasih Piere Tendean 

3. Sempat Menjalani Hubungan LDR

Belum lama bersama, Pierre harus meninggalkan puteri sulung Raden Chamim Rijo Siswopranoto itu lantaran ditugaskan sebagai intelijen dalam rangka Dwikora di perbatasan Kepulauan Riau.

Keduanya pun menjalani hubungan jarak jauh atau anak muda masa kini menyebutnya LDR (Long Distance Relationship).

Sempat Pierre Tendean curhat kepada rekan letingnya yang sesama intel bahwa ia merindukan Rukmini.

4. Sempat Diboyong oleh Pierre ke Semarang 

Memasuki tahun 1965, hubungan keduanya semakin serius.

Saat keluarga besar Chamim sedang liburan ke Yogyakarta, Mimin diboyong ke Semarang oleh Pierre untuk diperkenalkan kepada keluarganya.

Sesaat sebelum dipindahkan ke Jakarta pada April 1965, mengemban amanat baru sebagai ajudan MenkoHankam Jenderal AH Nasution, Pierre mengakui kepada sahabatnya, RF Soeseno, bahwa ia telah mengikat Rukmini.

5. Rela Pindah Agama 

 Hubungan Pierre dan Rukmini bukan tanpa aral melintang.

Terdapat perbedaan membentang yaitu agama, Pierre kristen sedangkan Rukmini muslim.

Mimin hanya bersedia melanjutkan hubungan ke tahap yang lebih serius dengan pemuda berkeyakinan sama.

Untuk syarat ini Pierre telah memutuskan menuruti karena ia sangat mencintai gadis sederhana ini dan tak mau berpisah dengannya.

Awalnya, ayah dan ibu Pierre justru meragukannya dapat membiasakan diri dengan keseharian keluarga Mimin yang agamis.

Lampu hijau dirasakan Pierre awal Juli 1965 saat melihat adiknya, Roos, yang akan menikah dengan seorang muslim direlakan ayah mereka pindah agama.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved