Kamis, 7 Mei 2026

Bangka Pos Hari Ini

Bangka Belitung Zero Kematian Covid-19, Satgas Klaim Penanganan Pandemi Semakin Membaik

Kabar baik disampaikan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19. Pada Jumat (1/10) kemarin kasus harian kematian pasien terpapar virus corona di Bangka

Tayang:
Penulis: Herru Windharko | Editor: fitriadi
istimewa
Masyarakat mengikuti vaksinasi Gotong Royong yang digelar PT Timah di Desa Deniang, Bangka, Jumat (1/10/2021).. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kabar baik disampaikan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung.

Pada Jumat (1/10) kemarin kasus harian kematian pasien terpapar virus corona di Bangka Belitung tercatat nol atau zero.

Tidak hanya kasus kematian, kasus positif Covid-19 juga melandai. Dalam beberapa hari terakhir, penambahan kasus kurang dari 60 orang.

Contohnya pada Kamis (30/9), hanya terjadi penambahan 59 kasus, 90 orang sembuh, dan dua orang meninggal dunia.

Dan pada Jumat (1/10) tercatat hanya ada tambahan sebanyak 52 kasus, sembuh sebanyak 77 kasus dan meninggal dunia nol kasus.

Hingga Jumat (1/10) malam, total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Babel sebanyak 51.261 orang, sembuh 49.001 orang, dan meninggal dunia 1.397 orang.

Baca juga: Tiga Warga Bangka Ditemukan Lemas di Dalam Mobil Diduga Keracunan AC Mobil

Baca juga: GAWAT, 24 Persen dari Pecandu Narkoba Adalah Pelajar, BNNP dan Dindik Babel Lakukan Upaya Ini

Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Mikron Antariksa mengaku bersyukur dengan tidak adanya penambahan angka kematian akibat Covid-19.

Hal ini katanya menunjukan penanganan Covid-19 di Babel semakin baik.

“Kita bersyukur tidak ada penambahan kasus kematian hari ini, dan sangat berharap tidak ada lagi kasus kematian baru,” jelas Mikron Antariksa kepada Bangka Pos, Jumat (1/10).

Menurut Mikron berdasarkan data Satgas Covid-19 Babel, kasus nol kematian ini bukan yang pertama kalinya.

"Untuk kasus nol ini bukan pertama kali terjadi, tetapi pernah pada September lalu, kasusnya juga nol,” imbuhnya.

Mikron menjelaskan, turunnya kasus Covid-19 tentu tidak terlepas dari kerja keras tenaga kesehatan dan unsur lainya yang terlibat dalam upaya penekanan penyebaran virus corona.

"Seperti kegiatan vaksinasi yang telah kita gerakkan terus, hingga terciptanya herd immunity kekebalan kelompok di masyarakat. Kita berupaya terus agar masyarakat kita terlindungi dari Covid-19," ujarnya.

Ia menyebutkan sengan penanganan Covid-19 yang semakin baik diharapkan Provinsi Babel dapat naik level dari level 3 menjadi level 2 nantinya.

"Kita terus memperbaiki penanganan Covid-19 di Babel, apa yang sudah baik akan terus kita pertahankan dan yang kurang kita perbaiki," tukasnya.

Penghuni Isoter Berkurang

Membaiknya kondisi Covid-19 juga berdampak pada menurunnya jumlah pasien Covid-19 yang menghuni tempat isolasi terpusat (isoter) di Asrama Haji Bangka Belitung mengalami penurunan.

Berdasarkan data Kamis (30/9), hanya ada delapan orang menghuni tempat isoter tersebut.

Sementara itu, tempat isoter di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kosong.

Asrama haji dan BLKI merupakan dua tempat isoter yang disediakan oleh Pemprov Babel.

Kedua tempat tersebut berkapasitas 120 tempat tidur dan hanya delapan yang terpakai, sedangkan sisanya sebanyak 112 tempat tidur kosong.

"Walaupun kasus Covid-19 menurun, isoter tetap dilakukan. Tempat isoter yang disediakan pemprov adalah Asrama Haji dan BLKI Tenaga Kerja. Untuk Asrama Haji terisi delapan tempat tidur, sedangkan BLKI masih kosong," kata Mikron.

Lima Tingkat

Terpisah Jubir Satgas Covid-19 Babel Andi Budi Prayitno mengatakan, situasi pandemi Covid-19 saat ini dibagi menjadi lima tingkat mulai dari nol sampai dengan empat
yang menggambarkan kecukupan kapasitas respon sistem kesehatan.

"Seperti kapasitas penemuan kasus, pelacakan kontak, dan perawatan relatif terhadap tingkat transmisi yang terjadi di suatu wilayah atau berkorelasi dengan naik turunnya penularan," jelas Andi kepada Bangka Pos, Jumat (1/10).

Level situasi nol, kata Andi adalah situasi di mana suatu wilayah yang memiliki kapasitas respon memadai dan tidak memiliki kasus sama sekali dan ini yang musti dikejar dan menjadi tujuan bersama.

“Pada level ini daerah atau kawasan tidak memerlukan pemberlakuan upaya kesehatan masyarakat atau pun pembatasan sosial khusus, di luar upaya-upaya kesehatan masyarakat rutin seperti edukasi dan promosi perilaku hidup bersih dan sehat serta protokol kesehatan," jelasnya.

Sebaliknya, level situasi tertinggi yaitu level situasi empat, yaitu situasi wilayah dengan transmisi komunitas sangat tinggi sedangkan kapasitas respon terbatas.

"Dalam situasi ini, upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial yang ketat perlu diterapkan agar jumlah kasus dapat diturunkan sampai ke level yang dapat ditangani oleh kapasitas sistem kesehatan yang ada," ungkap Andi.

Ia menambahkan, asesmen level situasi pandemi harus dan terus dilakukan minimal setiap satu minggu di tingkat kabupaten/kota.

"Berdasarkan asesmen terakhir, level situasi pandemi di Provinsi Bangka Belitung sendiri seperti diketahui ada yang berada di level 4, 3 dan 2," terangnya.

Target 100 Persen

Sementara Kepala Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Percepatan Vaksinasi Brigjen Pol Umardani pemerintah ingin mempercepat proses vaksinasi untuk mengejar kekebalan kelompok.

Karena itu, kata Umardani pihaknya menargetkan pada bulan November 2021, cakupan vaksinasi di Babel untuk dosis pertama sudah mencapai 100 persen.

"Kita terus berusaha pastinya, untuk mengejar dosis pertama dulu, saat ini 49 persen lebih, InsyaAllah hari ini sudah 50 persen. November 2021 akhir, target kita vaksinasi dosis pertama sudah mencapai100 persen," ujarnya kepada Bangka Pos, Jumat (1/10) di Kantor DPRD Babel.

Sedangkan untuk dosis kedua vaksinasi diakuinya akan dilakukan secara bertahap karena ada interval waktu setelah vaksin dosis pertama.

"Kalau dosis kedua, harus menunggu waktu, karena ada siklus dan interval. Paling 28 hari kemudian. Misalnya hari ini, nanti suntikan kedua akan 28 hari lagi," jelasnya.

Dia memprediksi pada awal tahun 2022, cakupan vaksinasi dosis pertama dan kedua sudah mencapai target cakupan yang diharapkan.

"Kita terus berupaya, kendala ada karena masyarakat berpikir bermacam-macam tapi kita tidak surut. Kita terus memberikan pemahaman, dan stakeholder kita libatkan semua," tukasnya.

Sebelumnya Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman menyebutkan perekonomian akan segera pulih dan bangkit kembali lantaran kasus Covid-19 yang mulai melandai karena pengendalian yang tepat.

“Sekarang tanggung jawab bersama agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) dengan baik. Tidak perlu khawatir dan takut Covid-19, karena semakin menjalankan prokes maka semakin aman," katanya di sela acara Babel Explore yang digelar Bank Indonesia di Pendopo Tanjungkelayang, Belitung, Rabu (29/9/).

Menurut Erzaldi, selain kasus Covid-19 yang melandai, herd immunity atau kekebalan kelompok mulai terbentuk dengan suksesnya vaksinasi. (Bangka Pos/riu/s2)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved