Kamis, 7 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

GAWAT, 24 Persen dari Pecandu Narkoba Adalah Pelajar, BNNP dan Dindik Babel Lakukan Upaya Ini

BNNP Bangka Belitung menyatakan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di masyarakat menunjukan peningkatan dengan meluasnya korban akibat narkoba.

Tayang:
Penulis: Cepi Marlianto |
(Bangkapos/Cepi Marlianto)
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, M. Soleh saat memberikan pengarahan Workshop Penggiat Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan, di Bangka City Hotel, Kamis (30/9/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Bangka Belitung menyatakan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di masyarakat menunjukan peningkatan dengan meluasnya korban akibat narkoba.

Kepala BNNP Bangka Belitung Brigjen Pol Muhammad Zainul Muttaqien melalui Kepala Bagian Umum BNNP Bangka Belitung, Sarbini mengatakan meningkatnya penggunaan narkotika meningkat dengan korban mencakup dari kalangan anak-anak hingga dewasa.

“Permasalahan narkoba terus meningkat dimana salah satu penyebabnya adalah kurangnya perhatian kita terhadap peredaran obat-obatan terlarang oleh perseorangan,” kata dia saat Workshop Penggiat Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan, di Bangka City Hotel, Kamis (30/9/2021).

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri narasumber ternama seperti Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, Bustami Rahman, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung M. Soleh, Kepala Dinas Kesehatan Bangka Belitung, dr Andri Nurtito dan Kasi Pidum Kejati Bangka Belitung Ikhwanul Ridwan Saragih.

Sarbini menuturkan, saat ini peredaran narkoba telah menembus sekat-sekat perbatasan negara. Bahkan para jaringan narkoba saat ini sudah terorganisir dengan cakupan jaringan yang bekerja secara rapi dan sangat rahasia.

Oleh karena itu perang terhadap Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan prekursor narkotika atau P4GN harus terus digelorakan.

Baca juga: Kriminolog Sebut ada Pembunuh Bayaran di Kasus Pembunuhan Ibu & Anak di Subang, Polisi : Luar Biasa

“Ini adalah tugas kita semua seluruhnya, untuk membangun kesadaran dan memiliki sumber daya manusia serta membina para pegawai instansi pemerintah. Dengan ini diharapkan mampu menyusun dan melaksanakan program pemberdayaan masyarakat anti narkoba di lingkungan masing-masing,” terang Sarbini.

Menurut dia, proses pembangunan dapat dimulai dalam bentuk kegiatan sosial dengan tujuan untuk memperbaiki situasi dan kondisi diri sendiri.

Sebab, pemberdayaan masyarakat hanya bisa terjadi apabila masyarakat ikut berpartisipasi dalam menanggulangi permasalahan narkoba upaya pencegahan rehabilitasi dan pemberantasan.

Baca juga: 7 Amalan Penghapus Dosa Zina agar Mendapat Ampunan Allah Ketika Terjerumus Maksiat

“Semoga kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan perilaku kita dalam menghadapi permasalahan narkoba. Jadikan kegiatan ini momen pembelajaran bagi kita semua. Mari bersama kita buka hati dan pikiran kita bersama dalam proses kegiatan pemberdayaan masyarakat ini agar menjadi masukan yang baik bagi kita bersama,” timpal Sarbini.

Kalangan pelajar

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, M. Soleh mengatakan, penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar mencapai sekitar 24 persen.

Menurutnya, narkoba sering menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa yang tentunya menjadi perhatian serius bagi pemerintah.

“Jadi tidak hanya mengandalkan BNNP, namun ini merupakan tanggung jawab kita secara bersama termasuk para guru,” sebut Soleh.

Baca juga: Tiga Warga Bangka Ditemukan Lemas di Dalam Mobil Diduga Keracunan AC Mobil

Kadindik berujar, perkembangan teknologi juga mempengaruhi peredaran narkoba yang mana media sosial banyak digunakan untuk melakukan transaksi narkoba.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved